Zionis Laksanakan Rencana Besar untuk Yahudisasi al Aqsha dan al Quds

Anggota Persatuan Ulama Islam Dunia, Yusuf Jumah Salamah, mengecam pernyataan para pemimpin otoritas Zionis, yang mengungkapkan rencananya menghancurkan rumah-rumah kampung Fahidat di timur Anata di timur laut kota al Quds. Yang bertujuan untuk mendongkel dan mengusir sebanyak mungkin warga al Quds dari rumah dan tanah mereka, untuk membangun lebih banyak lagi permukiman-permukiman illegal. Dia meneagskan bahwa otoritas Zionis sedang melaksanakan rencana besar untuk yahudisasi kota suci al Quds.

Khatib masjid al aqsha ini mengecam tindakan departemen luar negeri Zionis yang memproduksi film propaganda yang menampilkan penghancuran masjid Kubah Shakhrah dan pendirian kul yang mereka klaim di atas reruntuhan masjid tersebut. Wakil ketua Badan Tinggi Islam di al Quds ini menegskan bahwa proyek Zionis pada hakikatnya berdiri di aas mimpi dan mitos pendudukan kota al Quds dan masjid al Aqsha. Dari sana kemudian mendirikan kul yang mereka klaim di atas reruntuhan masjid al Aqsha, sebagaimana dikatakan Ben Gorion, “Tidak ada nilainya bagi ‘Israel’ tanpa al Quds dan tidak ada nilainya a Quds tanpa kuil.” Ada semacam consensus Zionis terkait masalah pembangunan kuil yang mereka klaim di atas puing masjid al Aqsha.

Syaikh Salamah juga mengingatkan tindakan-tindakan penjajah Zionis yang terus meningkat terhadap masjid al Aqsha. Yaitu melakukan penyerbuan yang berulang kali dilakukan. Pada Selasa (5/2), ratusan serdadu Zionis dengan mengenakan pakaian militer menyerbu al Aqsha. Demikian juga anggota Knesset, Moshe Viglin, Rabu (6/2), menyerbu area masjid al Aqsha ditambah sekitar 30 pemukim pendatang Zionis dengan mendapatkan penjagaan kepolisian Zionis.

Salamah menyerukan pihak-pihak internasional, lokal, lembaga-lembaga HAM, organisasi kemanusiaan dan lembaga-lembaga yang konsen menjaga tempat-tempat peninggalan bersejarah dan religius di dunia, untuk menghadang dan turun tangan menghentikan aksi-aksi Zionis terhadap peninggalan dan tempat-tempat suci Islam. Dia juga meminta UNESCO mengemban tanggung jawabnya melindungi peinggalan-peninggalan Islam di kota al Quds terutama masjid al Aqsha.

Dia menyerukan bangsa Arab dan umat Islam agar bekerja untuk membebaskan masjid al Aqsha dan menjaganya karena merupakan bagian dari aqidah mereka. Mereka harus membantuk rakyat Palestina dan mendukung mereka yang bersiaga di Baitul Maqdis dengan berbagai cara dan bermacam bidang, untuk menjaga masjid al Aqsha dan kota suci al Quds. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *