Zionis Hancurkan Makam Syuhada di Yerusalem

Upaya Israel melakukan Yahudisasi di Al-Quds (Yerusalem), benar-benar masih berlanjut. Dilansir dari English.pnn.ps, para tentara penjajah Israel menyerang Pemakaman Mujahidin di wilayah gerbang al-Sahira, Jalan Salah al-Din, Yerusalem, pada Senin (12/3).

Sumber-sumber di Yerusalem menyebutkan bahwa pasukan yang terdiri dari tentara, polisi dan mereka yang disebut penjaga perbatasan, menyerang pemakaman pada dini hari dan menghancurkan sejumlah makam martir Palestina, yang dikubur di pemakaman tersebut.

Upaya yahudisasi ini sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Palestina dan muslim dunia. Dikutip dari Aqsa Institute, upaya yahudisasi memiliki tujuan akhir yaitu menghancurkan Al-Aqsha. Dalam upaya penghancuran Al-Aqsha Zionis Yahudi melakukan tahapan-tahapan terencana.

Sejak Israel mengusik dan mencuri tanah Palestina di tahun 1967, rencana penghancuran Al-Aqsha telah direncanakan. Ada enam tahapan, Zionis Israel melakukan Yahudisasi di sana, antara lain:

1. Penguasaan bagian bawah Masjid Al-Aqsha, yaitu dengan membuat terowongan di bawah Al-Aqsha. Saat ini, Israel berhasil membuat 63 terowongan di bawah Masjid Suci tersebut.

2. Penguasaan area di sekitar Masjid Al-Aqsha. Zionis Israel telah menghancurkan Harah Magharibah (kampung Maroko), yang kemudian diubah menjadi tempat peribadatan terbesar Yahudi di depan Tembok Buraq.

3. Penghapusan jejak Islam di kota Al-Quds, terutama di sekeliling Masjid Al-Aqsha. Banyak peninggalan bersejarah Islam yang dihancurkan oleh Zionis Israel, misalnya penghancuran istana-istana di sekeliling Al-Aqsha. Kemudian, diganti dengan bangunan-bangunan Yahudi. Saat ini ada 102 kuil Yahudi di sekitar kompleks masjid. Selain itu, penggantian nama situs-situs Islam menjadi nama-nama Yahudi.

4. Pembuatan miniatur Sinagog Yahudi, yang dibuat tanpa kubah dan akan ditempatkan untuk menggantikan Masjid Al-Aqsha. Miniatur kemudian disebarluaskan di berbagai media sebagai bentuk propaganda, sehingga akan sehingga akan dianggap bangunan peninggalan Nabi Sulaiman.

5. Persiapan peralatan Sinagog Yahudi, mengirimkan bebatuan yang diklaim sebagai peninggalan Nabi Sulaiman, dan menyediakan pisau untuk ritual keagamaan. Simbol yang biasa ditemui dalam organisasi Freemason.

6. Tahapan yang paling berbahaya, yakni keputusan parlemen Knesset untuk menghancurkan Al-Aqsha. Saat ini, banyak UU yang dikeluarkan Knesset untuk menganeksasi Masjid Al-Aqsha. Beberapa di antaranya adalah UU legalisasi penyerangan Al-Aqsha, UU pelarangan masuk Masjid Al-Aqsha bagi warga Palestina yang berusia 12-36 tahun, dan UU pembagian Masjid Al-Aqsha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *