Yordania Protes Keras Israel Atas Penyerbuan Pemukim Yahudi ke Al-Aqsha

Pemerintah Yordania secara resmi memprotes kepada Kementerian Luar Negeri Israel setelah keputusan dari Pengadilan Tinggi Israel, yang mengizinkan para pemukim Yahudi untuk beribadah dan melaksanakan syiar Talmud dekat Masjid Al-Aqsha yang mulia. Yordania menuduh Penjajah Israel telah melanggar status historis dan hukum yang berlaku di Yerusalem.

Dalam protes Pemerintah Yordania tersebut dinyatakan bahwa “perkembangan terbaru yang terjadi telah melanggar status historis yang berlaku di tempat yang suci ini di Yerusalem Timur. Dimana di dalamnya terdapat properti wakaf dekat dengan Masjid Al-Aqsha….Pemerintah Yordania ingin mengingatkan Israel sebagai otoritas berkuasa yang menjajah Yerusalem Timur akan kewajiban komitmennya terhadap teks-teks hukum internasional yang berlaku. Pemerintah Yordania memprotes dengan sangat keras dan mengutuk persetujuan pemerintah Israel atas dilangsungkannya upacara dan syiar keagamaan oleh para pemukim Yahudi di dekat Masjid Suci yang mulia. “

Pemerintah Yordania menambahkan dalam pernyataan protesnya itu bahwa “Sesuai dengan aturan hukum internasional, Kerajaan Yordania juga menolak untuk menerapkan keputusan Pengadilan Israel dan hukum Israel di seluruh wilayah Yerusalem Timur, dan berdasarkan dengan semua perintah yang dikeluarkan oleh pengadilan sebagai perubahan status dan hukum yang berlaku saat ini. Dan Pemerintah Yordania menganggap administrasi yang diterapkan di Yerusalem yang tunduk kepada perintah Pengadilan Israel sebagai upaya untuk mengubah status hukum saat ini, yang termasuk di dalamnya mengizinkan pemeluk Yahudi melakukan ibadah di luar gerbang Masjid Al-Aqsa dan tanah suci yang mulia. “

Kelompok-kelompok Yahudi mengintensifkan penyerbuan mereka ke Masjid Al-Aqsha selama hari-hari Paskah Yahudi, dengan melakukan penjagaan intensif oleh pasukan Penjajah yang memberikan penjagaan dan perlindungan kepada para penyerbu Yahudi itu.

Berbagai aksi penyerbuan itu dilakukan pada saat bersamaan Penjajah memberlakukan pembatasan dan pengetatan bagi masuknya kaum Muslimin Palestina ke masjid, bertepatan dengan hari besar Yahudi yang berlangsung selama seminggu, dan di tengah seruan oleh organisasi Haikal Yahudi agar mengintensifkan penyerbuan pemukim ke Masjid Al-Aqsa selama hari raya mereka berlangsung. (i7)

Sumber: www.arab48.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *