Yordania dan Otoritas Palestina Tolak Undang-undang Penjajah Terhadap Gereja-gereja Yerusalem

Pemerintah Yordania dan Palestina telah mengutuk tindakan Israel baru-baru ini terhadap gereja-gereja Yerusalem dan hak milik mereka, yang memicu deklarasi Patriarkat Orthodox Roma Theophilos III untuk menutup Gereja Al-Qiyamah (Makam Suci) di Al-Baldah Al-Qadimah Yerusalem sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Juru bicara pemerintah Yordania, Menteri Mohammed Momani menegaskan penolakan negaranya secara mutlak terhadap tindakan birokrasi Israel yang secara sistematis mengubah situasi historis dan hukum di tempat-tempat suci di Yerusalem Timur.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita resmi, Momani mengatakan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan hukum humaniter internasional, dan tatanan situasi historis yang telah ada selama bertahun-tahun. Dia meminta pemerintah Israel untuk segera menarik keputusan yang diambil terhadap gereja-gereja tersebut.

Sementara itu, juru bicara Otoritas Palestina Yousef Mahmoud menekankan bahwa pengenaan pajak oleh Israel kepada tempat-tempat Ibadah termasuk diantaranya kepada gereja-gereja, merupakan bentuk agresi baru  yang menjadikan Yerusalem sebagai sasarannya dan semua anak-anak bangsa kami yang berdarah Arab Palestina  hingga menyentuh tempat-tempat sucinya. Dia memperingatkan hal ini dapat membawa konsekuensi berbahaya menuj perampasan tanah-tanah yang dimiliki oleh gereja tersebut.

Al-Mahmoud menyerukan intervensi internasional yang mendesak untuk dihentikanya praktik-praktik Israel ini, yang merupakan serangan terang-terangan terhadap semua konvensi internasional yang menjamin kebebasan beribadah dan menghormati kekudusan tempat keagamaan dalam segala situasi.

 

Penganut Kristen di Yerusalem

Para tokoh dan kepala gereja Yerusalem mengumumkan penutupan Gereja Al-qiyamah (Makam Suci) sebagai bentuk protes terhadap pemerintah kotamadya Yerusalem Israel untuk mengenakan pajak kepada gereja-gereja kota tersebut. Mereka mengatakan bahwa Israel berusaha untuk melemahkan eksistensi orang Kristen di kota tersebut.

Dalam pernyataan tersebut mereka menambahkan bahwa “proyek undang-undang yang penuh kebencian ini dapat memperoleh kemajuan dalam siding dewan kementerian, dan jika disetujui, itu akan memungkinkan penyitaan hak milik gereja,”. Sambil mengisyaratkan bahwa “ini mengingatkan kita pada semua hukum serupa yang telah diambil terhadap orang Yahudi selama “masa kegelapan” di Eropa.

Dewan Kementerian Israel memaksudkan bagi undang-undang tersebut mencari proyek undang-undang yang mewajibkan gereja-gereja membayar pajak atas gedung-gedungnya  dan properti yang mereka miliki di Yerusalem secara surut sejak tahun 2010, setelah dewan tersebut mempertimbangkannya selama satu minggu.

GerejaAl-Qiyamah adalah tempat ibadah yang dianggap paling suci bagi umat Kristen yang manajemennya disupervisi oleh beberapa kelompok dari Romawi, Latin dan Armenia.

Gereja ini terletak jauh di dalam tembok Kota Tua Yerusalem. Gereja ini juga disebut Makam Suci dan, menurut keyakinan Kristen, bahwa disinilah di mana Kristus disalibkan dan dikuburkan, disebut “Al-Jaljalah” atau “Al-Jamjamah” (Tengkorak). Gereja Makam Suci disebut “Al-Qiyamah” dikarenakan ”kebangkitan” Al-Masih dari antara orang-orang yang mati, menurut keyakinan agama Kristen.

Pemerintahan Kotamadya Penjajah Israel di Yerusalem telah mengumumkan niatnya untuk mulai mengumpulkan dana dari gereja-gereja Kristen sebagai pajak atas gedung  dan tanah yang dimiliki di seluruh Yerusalem. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan, dikatakan bahwa akan dikumpulkan pajak atas 882 gedung dan kepemilikan gereja-gereja ini(Aljazeera/i7).

—————-

Keterangan Foto:

Para tokoh dan Kepala Gereja Yerusalem mengatakan Israel berusaha melemahkan eksistensi Agama Kristen di Yerusalem (Reuters).

 

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *