Yerusalem dan Kejatuhannya: Pra-Nakba (Bagian-1 dari 6)

 

Yerusalem dijajah oleh tentara Inggris pada bulan Desember 1917, yaitu sebulan pasca terbitnya Deklarasi Balfour.

Pada tahun 1922, Liga Bangsa-Bangsa memberikan hak mandat kepada Inggris atas Palestina. Mandat itu berlanjut sampai pengumuman berakhirnya pada tahun 1948. Pada saat itu jumlah orang-orang Yahudi telah meningkat secara signifikan dan kekuatan mereka semakin bertambah.

Setelah mandate itu berakhir, geng Zionis segera mengumumkan berdirinya Israel dan Yerusalem Barat sebagai ibukotanya, dengan demikian sempurnalah penjajahan 84% dari kota ini.

Penjajah Zionis tersebut bekerja terus untuk meningkatkan jumlah orang Yahudi dan mengurangi jumlah orang Arab dengan didirikannya dua belas (12) pemukiman Yahudi. Adapun Yerusalem Timur berada di bawah kekuasan Yordania, dimana di dalamnya banyak terdapat landmark penting antara lain: Masjid Al-Aqsha, Kubat Al-Sakhra, Gereja Al-Qiyamah. Kondisi itu tetap bertahan seperti itu hingga penjajah tanggal 5 Juni 1967.

——

Sumber: www.aljazeera.net, terbit: 02/06/2018.

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *