Yerusalem dan Kejatuhannya: Pertempuran Yerusalem (Bagian-3 dari 6)

 

 

Yerusalem atau kota Al-Quds adalah sasaran utama agresi Israel pada tahun 1967, dimana pasukan Penjajah mengisolasi Yerusalem dari daerah lain sekitarnya di Tepi Barat.

Rencana Israel untuk menjajah Tepi Barat dan Yerusalem terfokus pada mengarahkan pukulan final kepada setiap kekuatan di utara Yerusalem untuk merebut kendali dataran tinggi yang mengelilingi kota itu, sehingga akan memudahkan bagi pengepungan dan memperketat kendali terhadap jalan-jalan yang menuju ke sana.

Pada tanggal 5 Juni 1967, pasukan Penjajah Zionis mengepung kota Yerusalem.  Sejumlah batalion terjun payung menjajah “Jabal Al-Thur” dari sisi timur. Adapun dari sisi utara terkonsentrasi sejumlah batalion infantry dan perangkat militer lainnya. Adapun batalion infantri yang didukung dengan artileri dan tank bertugas menjajah “Jabal Al-Mukabbir”

Pada tanggal 7 Juni 1967 pagi, pesawat-pesawat tempur dan artileri Penjajah Zionis mulai menyerang wilayah-wilayah Yordania di “Hay Al-Syeikh Jarrah” kemudian mengepung kota itu dari utara dan selatan, sementara itu beberapa perkampungan di luar pasar “Al-Quds Al-Qadimah” berjatuhan, dan pertempuran terus berlanjut di jalan-jalan kota itu

Pada hari yang sama Penjajah Zionis memfokuskan  serangan udara dan artileri di bukit-bukit Yerusalem Timur di “Al-Muthalli’” dan “Jabal Zaitun” dan battalion terjun payung maju ke arah “Sahat-ul-Mathaf” dan “Ra’sul ‘Amud” dan Silwan.

Pada jam 10 pagi tanggal 7 Juni, pasukan Penjajah Zionis menyerbu Yerusalem Timur dan menjajah desa-desa yang ada di dalamnya serta jalan-jalan utamanya, hingga sampai ke halaman Masjid Al-Aqsha dan “Haith Al-Buraq” yang sekarang jadi tembok ratapan. Demikian berlangsung hingga kota itu berhasil dikuasai sepenuhnya pada sore hari.

———-

Sumber: www.aljazeera.net, terbit: 04/06/2018.

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *