Yahudi Berupaya Lakukan Ritual Paskah di dalam Masjid Al-Aqsha

Organisasi-organisasi Yahudi telah mengajukan petisi kepada pemerintah Israel agar mengizinkan mereka mengadakan ritual perayaan Paskah di dalam Masjid Al-Aqsha yang diberkahi.

Organisasi-organisasi yang berafiliasi di bawah satu payung bernama “Komunitas Al-Haikal” telah mengirimkan surat kepada PM Benjamin Netanyahu, yang menyatakan di dalamnya bahwa “peristiwa global dan regional, memungkinkan untuk diperbaharuinya layanan tempat ibadah ini dan melakukan ritual Paskah di dalam gunung Al-Haikal (Masjid Al-Aqsha).”

Organisasi tersebut menambahkan bahwa “sejak dihancurkannya Al-Haikal, banyak upaya telah dilakukan untuk memperbarui kerja persembahan kepada yang terdekat dan para kurban (ritual paskah) di tempat itu,” kata organisasi Yahudi itu kepada TV Channel-7 berbahasa Ibrani pada hari Jumat (24/03).

“Komunitas Al-Haikal” telah berdiri sejak 15 tahun, dibawah naungan dari otoritas penjajah di Yerusalem. Mereka telah terlatih dalam memberikan persembahan di hari raya Paskah Yahudi. Sebelumnya ritual yang mereka lakukan bersifat rahasia dan di tengah-tengah lingkararan yang tertutup. Namun di tahun-tahun belakangan ini telah berubah menjadi acara publik yang diikuti oleh ratusan orang.

Organisasi ini bertujuan melakukan penekanan terhadap pemerintah Israel agar mempercepat dimulainya pembagian waktu dan tempat terhadap Masjid Al-Aqsha, sebagai langkah pertama di jalan mereka membangun “Al-Haikal” yang mereka sangkakan.

Kalender Yahudi menetapkan Paskah jatuh pada tanggal 14 April, yang merupakan awal bulan musim semi sesuai kalender lama, yaitu kalender lunar.

Perlu dicatat bahwa selama berlangsungnya liburan Yahudi pemerintah Israel telah melakukan pengetatan terhadap warga Palestina untuk memasuki Masjid Al-Aqsa (Quds Press/ Palinfo / i7).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *