Wawancara khusus dengan Joulani: ”Jalan yang tidak mulus terbentang di hadapan “Kesepakatan Abad Ini”


Menurut analis politik Atef Joulani, bahwa jalan yang tidak mulus terbentang di hadapan “kesepakatan abad ini”. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump kini menyadari tantangan yang menghalangi jalannya. Dia menegaskan bahwa kegigihan rakyat Palestina dalam menolak kesapakatan ini akan menjadikan keberhasilannya menjadi hal yang sulit untuk dicapai. Meski telah diadopsi oleh sebagian negara-negara Arab, namun persetujuan rakyat Palestina menjadi syarat mutlak bagi keberhasilan solusi politik apa pun.

Dia memperingatkan bahwa dalam situasi pemerintahan Trump berhasil memaksakan kesepakatan tersebut kepada pihak Palestina dan negara-negara Arab, namun implikasinya akan jadi amat berbahaya bagi permasalahan Palestina. “ Karena kesepakatan ini menghapus hak-hak dasar rakyat Palestina dan membuka pintu bagi “Israel” untuk mempenetrasi kawasan Arab dengan dalih menyelesaikan konflik dengan pihak Palestina.”

Joulani percaya bahwa implikasi dari keberhasilan kesepakatan ini akan melampaui di luar batas rakyat Palestina  hingga mengancam seluruh Umat Islam, terutama Yordania yang terancam terkena dampak langsung.

Berikut ini adalah teks dari wawancara dengan Pemred surat kabar Al-Sabil Yordania, Atef Joulani, yang didalamnya juga menyentuh, fitur utama dari “kesepakatan abad ini”, dan implikasinya dan bahaya yang ditimbulkannya serta peluang keberhasilan, dan negara-negara yang paling terkena dampaknya.

Apakah fitur-fitur terpenting dari “kesepakatan abad ini”?

Harus ditegaskan terlebih dahulu  bahwa perincian terkait kesepakatan ini belum diumumkan secara resmi. Dan yang sekarang beredar merupakan bocoran dari berbagai pihak yang menerbitkannya. Terpisah dari pendetailan itu, sesungguhnya fitur umum yang muncul sejauh ini menunjukkan bias yang signifikan dari pemerintah Amerika terhadap posisi “Israel”, dimana keduanya telah mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.

Kesepakatan ini benar-benar menjauhkan Yerusalem dari agenda pembahasan, dan menyiapkan berkas yang konklusif dan final sejak keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakuinya sebagai ibukota “Israel” dan pendandatanganannya terhadap keputusan untuk memindahkan kedutaan besar AS ke dalamnya. Sebagaimana juga dua negara ini mengabaikan hak pengungsi untuk pulang kembali ke rumah mereka, dan berusaha untuk memindahkan mereka ke tempat dimana mereka berada, dan tidak memberikan kesempatan sedikitpun untuk membangun negara Palestina yang hakiki.

Bagaimana implikasi dari kesepakatan ini dan bahaya yang ditimbulkannya terhadap permasalahan Palestina, jika kesepakatan ini diimplementasikan?

Fitur yang ada sejauh ini menunjukkan bahwa pemerintahan Trump tidak peduli dengan hak-hak Palestina, dan fokusnya adalah untuk memuaskan pihak ” Israel” dengan sikapnya secara garis keras, di mana kesepakatan itu secara menakjubkan muncul sebagian besar isinya sama dengan sikap kelompok ekstremis.

Dalam kasus pemerintahan Trump berhasil memaksakan kesepakatan ini kepada pihak Palestina dan negara-negara Arab, maka implikasinya akan menjadi sangat berbahaya bagi masalah Palestina. Karena kesepakatan ini menghapuskan hak-hak asasi bangsa Palestina, dan membuka pintu-pintu di depan “Israel” untuk mempenetrasi daerah-daerah bangsa Arab dengan dalih menyelesaikan konflik dengan pihak Palestina.

Apakah implikasi negatif  dari kesepakatann ini hanya sebatas kepada permasalahan Palestina dan rakyat Palestina saja ? Bagaimana dengan Yordania, misalnya?

Tentu saja implikasi dari keberhasilan kesepakatan ini melampaui batas rakyat Palestina saja hingga mengancam seluruh Umat Islam. Yordania terancam terkena implikasinya secara langsung. Dan indikator yang ada di tingkat pemerintahan resmi dan kemasyarakatan menunjukkan adanya bahaya yang muncul terhadap masa depannya dan kepentingan nasional tingkat tinggi. Dan Yordania memandang ini sebagai hal yang sangat serius, dimana kondisi politik dan ekonomi Yordania mungkin tidak memberikannya izin mengambil sikap yang jelas-jelas bertentangan dengan kesepakatan ini. Namun, dia menyadari besarnya dampak negatif yang ditimbulkannya bagi negara ini dan bagi permasalahan Palestina.

Menurut Anda, mengapa kesepakatan itu berfokus pada Jalur Gaza, dan menganggapnya sebagai pusat gravitasi negara Palestina?

Pemerintahan Trump berusaha untuk berinvestasi dalam perpecahan Palestina pada dua tingkat politik dan geografis. Sebagaimana Trump juga mencoba untuk mengeksploitasi faktor SDM dan kondisi sulit yang dihadapi akibat pengetatan blokade Israel terhadap Palestina, untuk meloloskan “kesepakatan abad ini”.

Dan pada dasarnya Trump tidak tertarik untuk berdirinya negara Palestina yang layak, tapi yang menarik baginya adalah meraih kepuasan sayap kanan Kristen Zionis di Amerika Serikat, dan konsisten dengan proposal sayap kanan garis keras “Israel”.

Dalam konteks ini: Apakah pembicaraan “Israel” dan Amerika baru-baru ini tentang  perlunya mengatasi situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, masuk di dalamnya?

Ini tidak dikecualikan, tapi apa yang harus ditegaskan bahwa situasi kemanusiaan di Jalur Gaza merupakan kejahatan moral oleh semua standar, dan harus dihentikan sesegera mungkin. Dan selama Otoritas Palestina menegaskan penolakannya terhadap “kesepakatan abad ini”, maka logika mengatakan bahwa keberlanjutan dalam memaksakan sanksi terhadap Jalur Gaza bertolak belakang dengan penolakan ini dan menyediakan peluang bagi pihak Amerika untuk bermain pada faktor kemanusian.

Sudah pasti bahwa penduduk Jalur Gaza dan pasukan nasional Palestina tidak akan membarter hak-hak nasional mereka yang esensial dengan nilai ekonomi dan kebutuhan hidup. Mereka memang benar-benar menginginkan agar diakhirinya blokade dan penderitaan kemanusiaan, dan ini merupakan hak alamiah mereka. Akan tetapi terpisah dari penerimaan formula yang mencurigakan yang dapat melenyapkan permasalahan Palestina.

Bagaimana dengan ide solusi dua negara? Apakah ini di luar “kesepakatan abad ini” ataukah masuk dalam pembahasannya?

Kesepakatan abad ini melampaui rumusan solusi dua negara yang diadopsi oleh perundingan perdamaian Arab tahun 2002 dan diterima secara luas oleh masyarakat internasional, dengan oposisi dari masyarakat pada dua arena di Palestina dan masyarakat Arab.

Pemerintahan Trump telah jelas dalam menegaskan bahwa “kesepakatan abad ini” berada di luar proyek solusi dua negara dan menganggapnya sebagai sesuatu yang telah usang. Adapun agenda yang ada saat ini adalah “kesepakatan abad ini” yang dianggap sebagai formula terburuk dan paling bias bagi penyelesaian konflik politik selama beberapa dekade terakhir.

Bagaimanakah kemungkinan berhasilnya pemerintah AS meloloskan “kesepakatan abad ini” dalam kondisi pertentangan dari faksi-faksi Palestina terhadapnya, serta oposisi yang tersirat dari Yordania terhadapnya?

Jalan yang terbentang di hadapan “kesepakatan abad ini” tidaklah mulus. Pemerintahan Trump sekarang menyadari tantangan yang menghalangi jalannya. Tidak jelas apakah mereka akan berpegang teguh dengan versi awal  yang mengundang banyak perdebatan dari pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, ataukah dia akan bergerak untuk mengamandemenkannya agar bisa diterima oleh pihak-pihak yang menentangnya.

Yang pasti adalah penolakan rakyat Palestina terhadap kesepakatan itu akan membuat perjalanan dan keberhasilannya menjadi sangat sulit, bahkan jika diadopsi oleh beberapa pihak negara Arab. Karena persetujuan rakyat Palestina merupakan prasyarat bagi keberhasilan solusi politik apapun

Tetapi apakah tanggung jawab dalam menghadapi “kesepaktan abad ini” hanya berada di pundak pihak Palestina dan Yordania, atau pihak-pihak selain mereka juga memiliki tanggung jawab?

Ketika kita berbicara tentang Yerusalem dan masa depan Palestina, kita berbicara tentang permasalahan bagi bangsa Arab dan semua kaum Muslimin. Tanggung jawab pertama tentu terletak di pundak bangsa Palestina dan Yordania sebagai pihak yang memiliki kaitan langsung dengan “kesepakatan abad ini” dan implikasi-implikasinya. Akan tetapi tanggung jawab menjaga tempat-tempat suci dan menjaga hak Umat Islam di Palestina adalah tanggung jawab bersama yang diemban oleh semua negara Arab dan Islam baik masyarakatnya dan pemerintahannya.

Dan perlu saya tegaskan di sini tentang pentingnya peran masyarakat dalam menghadapai “kesepakatan abad ini”, karena dia pasti berpengaruh terhadap pilihan pemerintah dan mensolidkan sikapnya dalam menghadapi tekanan pemerintah Amerika. (i7)

—————

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 04/07/2018, jam: 03:01:54 sore.

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *