Washington Pindahkah Kedutaan ke Yerusalem Bulan Mei

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada koresponden Al Jazeera bahwa Amerika Serikat  telah bertekad untuk memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem pada 14 Mei mendatang. 
 
Pejabat AS tersebut menjelaskan bahwa kedutaannya akan dipindahkan ke sebuah bangunan untuk aktivitas konsuler di Desa Arnona di bagian barat Yerusalem yang dijajah sampai rampung gedungnya yang baru.
Koresponden Fadi Mansour mengatakan bahwa Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman, akan pindah dengan sejumlah kecil diplomat ke konsulat yang baru, di mana dia akan mulai bekerja dari sana. Dia menambahkan bahwa pemilihan tanggal tersebut adalah simbolis karena bertepatan dengan hari didirikannya Israel”.
 
“Kami amat senang bisa membuat terobosan bersejarah ini, dan kami dengan cemas menunggu pembukaannya Mei nanti,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Neuert dalam sebuah pernyataan.
 
Hari Besar Israel
 
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan cepat memuji keputusan AS tersebut dan menggambarkannya sebagai “hari besar bagi rakyat Israel” dan mengatakan bahwa dia akan “mengubah ulang tahun ke 70 kemerdekaan Israel menjadi sebuah perayaan nasional terbesar,” sambil berterima kasih kepada Trump dan memujinya atas “kepemimpinan” dan “persahabatannya”.
 
Di sisi lain, sebagai tanggapan pertama atas berita-berita itu Juru bicara resmi Kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeina, mengulangi kembali kepada aljazeera bahwa,  Palestina menolak keputusan Amerika tersebut dan menganggap bahwa langkah sepihak itu tidak dapat diterima  
 
Negosiator senior Palestina Saeb Erekat menggambarkan keputusan tersebut sebagai provokatif dan mengatakan bahwa ini adalah pelanggaran yang menyolok terhadap hukum internasional.
 
Perwujudan Bias
 
Kantor Berita Harian Prancis mengatakan bahwa keputusan tersebut “tampaknya merupakan perwujudan bias Amerika yang mendukung Israel,  meski mengetahui bahwa Duta Besar AS untuk PBB Nikky Haley mengumumkan pada hari Kamis lalu bahwa rencana perdamaian AS yang baru untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina akan segera siap dalam waktu dekat.”
 
Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pada 6 Desember tahun lalu bahwa mereka akan menganggap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pemindahan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
 
Dalam kunjungannya ke Israel bulan lalu, Wakil Presiden AS Mike Pence mengkonfirmasi bahwa Trump telah memberikan instruksi kepada Departemen Luar Negeri untuk bekerja sama dengan Duta Besar AS untuk Israel David Friedman bagi menyelesaikan pengalihan kedutaan sebelum akhir 2019.
 
Pence mengatakan bahwa pengalihan kedutaan ke Yerusalem akan “berperan mendorong proses perdamaian,” sambil menekankan bahwa keputusan Trump terkait Yerusalem merupakan ” perbaikan kesalahan yang sudah terjadi selama tujuh puluh tahun.”
 
Keputusan Trump ini telah memicu gelombang aksi demonstrasi dan konfrontasi  di berbagai daerah di Palestina yang telah menyebabkan syahidnya sekitar dua puluh orang Palestina. Sebagaimana gelombang demonstrasi juga twlah menyapu kota-kota negeri Arab, Islam dan dunia yang mengecam keputusan tersebut (Aljazeera/i7).
———
Keterangan Foto:
Trump pada 6 Desember lalu telah menandatangani keputusan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel (Reuters)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *