Washington Berkicau Sendiri di DK-PBB Musuhi Palestina

Keterangan foto: Amerika satu-satunya negara yang memberikan suara mendukung rancangan resolusinya sendiri di DK-PBB (Reuters)

 

Amerika Serikat telah menggunakan hak vetonya terhadap rancangan resolusi yang diajukan oleh Kuwait atas nama negara-negara Arab yang menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina. Resolusi tersebut didukung oleh 10 negara, termasuk China, Perancis dan Rusia, sementara empat abstain. Sebagai akibatnya, dewan menolak rancangan resolusi AS di Gaza.

Utusan AS untuk PBB, Nikki Haley, menyebut teks rancangan resolusi Kuwait sebagai “sebuah perspektif hanya dari satu sudut pandangan yang jelas memalukan” tanpa menyebut nama Gerakan Perlawanan Islam (Hamas).
Haley menganggap teks rancangan itu sebagai “deskripsi yang sangat tidak pantas dari peristiwa baru-baru ini yang menimpakan semua beban kesalahan kepada Israel atas meningkatnya kekerasan di Jalur Gaza.”

Perwakilan Kuwait di DK-PBB menyesalkan ketidakmampuan DK-PBB untuk memberikan perlindungan kepada rakyat Palestina. Dia mengatakan bahwa Israel sekali lagi menunjukkan bahwa dia adalah negara yang memperoleh pengeculian dari hukum internasional dan bahwa dia adalah negara yang berada di luar batas akuntabilitas.

Versi terakhir dari rancangan resolusi Kuwait menyerukan “pertimbangan agar diambilnya langkah-langkah untuk menjamin keamanan dan perlindungan” terhadap warga sipil Palestina dan meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk mengeluarkan resolusi terkait kemungkinan diletakkannya “mekanisme perlindungan internasional”.

 

Resolusi Amerika

Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB telah menolak rancangan resolusi AS yang mengutuk Hamas atas kekerasan yang baru-baru ini terjadi di Gaza.

Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara yang memberikan suara mendukung rancangan resolusi yang dibuatnya untuk DK-PBB, dengan 11 negara memilih abstain, sementara Bolivia, Kuwait dan Rusia menentangnya.
Koresponden Aljazeera, Raid Al-Faqih mengatakan bahwa “Yang penting dalam kesempatan ini adalah mengamati posisi negara-negara Eropa dan anggota Dewan Keamanan PBB lainnya, karena posisi mereka kali ini mencerminkan isolasi terhadap Amerika Serikat ketika dihadapkan permasalahan isu konflik Palestina-Israel.”

Perlu dicatat bahwa Amerika Serikat telah mempergunakan hak veto pada bulan Desember lalu untuk menolak resolusi yang menentang keputusan Presiden Trump memindahkan kedutaan negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem yang dijajah, sementara resolusi itu telah mendapatkan dukungan dari 14 negara anggota dewan lainnya.

Setiap rancangan resolusi di Dewan Keamanan PBB memerlukan persetujuan sembilan anggota dan tidak ada satupun dari lima negara anggota tetap (Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Rusia dan Cina) yang menggunakan hak vetonya. (i7)

———–
Sumber: Al-jazeera.net, terbit 01/06/2018.

, , , ,

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *