Warga Negara Penjajah Zionis Diganjar Karena Ludahi Diplomat Polandia

Marek Magierowski, dubes Polandia untuk negara Penjajah Zionis

Seorang warga negara Penjajah Zionis yang mengaku meludahi duta besar Polandia pada saat meningkatnya ketegangan antara kedua negara dijatuhi hukuman pada Senin (30/12) karena penyerangan, sebuah pelanggaran yang dapat dihukum hingga dua tahun penjara.

Pengadilan Magistrate Tel Aviv telah menunda hukuman terhadap Erik Lederman, 65 tahun, yang dalam tawar-menawar pembelaan dibebaskan dari tuduhan tambahan melakukan ancaman kriminal kepada diplomat tersebut, Marek Magierowski.

Dalam insiden 14 Mei, polisi mengatakan Lederman menabrak sebuah mobil yang membawa Magierowski, lalu membuka pintu dan meludahinya dua kali. Lederman telah meminta maaf, sambil mengatakan bahwa mobil itu telah membunyikan klakson kepadanya dan dia tidak tahu bahwa duta besar itu ada di dalam.

Menurut transkrip persidangan hari Senin lalu, pengacara Lederman mengatakan kliennya telah menyadari bahwa mobil itu memang membawa staf kedutaan “tetapi tidak harus sang duta besar sendiri dan sopirnya”.

Pengacaranya meminta pengadilan untuk mempertimbangkan tidak adanya catatan kriminal Lederman dan dia menyarankan agar dia diberikan  klaim “tidak bersalah” – di bawah prosedur hukum negara Penjajah Zionis, sebuah percepatan penghapusan kasus penyerangan dari daftar kasusnya.

Tetapi jaksa penuntut menentang hal itu, demikian seperti keterangan pengacara.

Pada tahap dakwaan, Lederman mengatakan dia telah mendatangi kedutaan untuk menanyakan tentang restitusi Polandia bagi keluarganya, yang telah mengalami Holocaust dan telah ditolak. Dia mengatakan seorang karyawan kedutaan telah melakukan penghinaan anti-Semit saat dia berada di sana – sebuah pernyatan yang dibantah oleh Magierowski.

Hubungan Polandia – negara Penjajah Zionis memburuk tahun ini karena tuduhan bahwa Warsawa telah mentolerir kebangkitan perilaku anti-Semit – hal yang dibantahnya – dan ketidaksepakatan tentang tingkat keterlibatan Polandia dalam genosida Nazi terhadap orang-orang Yahudi.

Seorang pengacara yang menghadiri persidangan hari Senin lalu atas nama kedutaan Polandia menyuarakan kekecewaan karena tidak diberi tahu sebelum tawar-menawar pembelaan, mengomentari hal itu bahwa dengan berlakunya hal itu berarti telah terjadi “kolusi, setidaknya”.(i7)

———–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 30 Desember 2019 pukul 8:05 malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *