Warga Palestina Tuntut Penutupan kantor-kantor AS di Palestina

Puluhan warga Palestina pada hari Rabu (28/02) menyerukan kepada berbagai faksi di Palestina untuk menutup kantor keamanan, politik, budaya dan ekonomi AS di Palestina sebagai bentuk protes atas keputusan presiden AS yang mengakui kota Yerusalem yang terjajah sebagai ibu kota Israel.

Para demonstran mengangkat bendera Palestina dan slogan-slogan yang mengecam kebijakan Presiden Amerika selama aksi di depan “Rumah Amerika” (berafiliasi ke konsuler Amerika) di kota Ramallah yang terletak di tengah-tengah Tepi Barat.

Para peserta menuntut pengusiran para staff Amerika dan perwakilan yang bekerja di Palestina dan penutupan kantor mereka.

Para peserta mengatakan bahwa mereka memprotes keputusan Presiden AS Donald Trump pada tanggal 6 Desember 2017 yang menganggap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Mereka meneriakkan yel-yel diantaranya “Yerusalem  ibu kota Negara Palestina”, “Amerika adalah mitra penjajah dalam agresi” dan “Amerika keluar ! Keluar !”.

Sekjen Gerakan Inisiatif Nasional Palestina (kiri), Mustafa Barghouti, mengatakan kepada kantor berita Anatolia di sela-sela demonstrasi tersebut, bahwa berlanjutnya pembukaan perwakilan dan kantor yang berafiliasi kepada Amerika Serikat “tidak dapat diterima setelah sikapnya terkait Yerusalem, dan sikap biasnya kepada Penjajah.”

Dia menambahkan: “Kami menolak setiap usulan atau rencana Amerika bagi proses perdamaian. Amerika Serikat adalah mitra dalam pelanggaran dan mitra dalam penjajahan atas negara kami.”

Barghouthi menuntut diusirnya para staff Amerika dari semua kantor keamanan, budaya dan ekonomi, dan penutupan kantor mereka.

Gedung Amerika didirikan di Ramallah pada tahun 2010 dan berafiliasi kepada Konsulat Jenderal AS di Yerusalem yang bertujuan “menyebarkan budaya Amerika,” menurut situs resminya di Facebook (mugtama/i7).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *