Warga Israel Tonton dan Bersorak Saat Rakyat Palestina Dibunuh di Perbatasan Gaza

Foto yang menunjukkan para pemuda Israel sedang duduk di atas sebuah menara pengawas di perbatasan Gaza dan bersorak ketika pasukan Israel menembaki para demonstran Palestina telah menimbulkan kemarahan di media sosial akhir pekan ini.

Nir Dvori, wartawan TV Israel Channel-2 memposting foto tersebut di Twitter pada hari Jumat. Foto itu menunjukkan tujuh pemuda Israel melambaikan tangan saat mereka duduk di sebuah menara pengawasan di Nahal Oz. Dari luar pagar yang mengelilingi Jalur Gaza, mereka menonton rakyat Palestina yang sedang diserang. Dvori memberi komentar pada foto itu: “Pertunjukan terbaik di kota. Warga Nahal Oz sedang berada di stand. “

Kritikus di media sosial mengibaratkan aksi itu bagaikan  menonton “layar tancap”, dengan puluhan orang melontarkan kutukan terhadap adegan nonton itu sebagai hal yang menjijikkan dan biadab.

“Ini sangat, sangat berbahaya bagi warga sipil Israel berada di luar pagar Jalur Gaza dalam kondisi mereka datang untuk menonton pihak militer mereka memilih para pengunjuk rasa (untuk ditembak),” Direktur Eksekutif Kampanye AS Youssef Munayyer menyatakan dalam kicauannya, sambil menantang para penulis Israel yang mengatakan bahwa para demonstran berbekal senjata dan menggunakan aksi protes untuk menyerang tentara.

Sekitar 32 warga Palestina telah syahid dibunuh selama sepuluh hari terakhir dalam protes sebagai bagian dari aksi Pawai Kepulangan terbesar. Sepuluh warga Gaza telah syahid dalam sepekan terakhir, dengan lebih dari 1.000 orang menderita luka-luka ketika pasukan Israel menembakkan peluru tajam dan gas air mata ke arah para demonstran. Quds Press juga melaporankan bahwa militer telah menggunakan drone untuk melontarkan “gas-gas aneh” kepada demonstran, yang menyebabkan tubuh para peserta protes jadi kejang, gemetaran, dan kehilangan kesadaran.

Pada hari Jumat (06/04) seorang jurnalis video dan fotografer Palestina Yaser Murtaja, yang telah dikontrak bekerja untuk MEMO, meninggal setelah ditembak tepat di perutnya oleh penembak jitu Israel saat meliput pawai. Murtaja tetap ditembak meski dengan jelas mengenakan rompi bertuliskan “PRESS”. Enam wartawan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka saat meliput demonstrasi massa itu.

Kemarin Fatou Bensouda, Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan otoritas Israel atas penggunaan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa sipil di Gaza.

Aksi solidaritas juga terjadi di wilayah Palestina dan tempat lain selama akhir pekan. Pada hari Sabtu (07/04), ribuan orang berunjuk rasa di London dan di New York untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap demonstran di  Gaza dan mengutuk serangan brutal Israel.

Organisasi-organisasi Yahudi juga hadir dalam aksi demonstrasi di London, menyerukan perdamaian dan solidaritas dengan rakyat Palestina. Mereka menolak pembantaian yang dilakukan pemerintah Israel di Gaza mengatas namakan orang-orang Yahudi. Mereka meluncurkan kampanye berjudul “Bukan atas Nama Saya ” untuk menegaskan penolakan mereka terhadap penggunaan kekuatan oleh Israel dalam menghadapi demonstran damai.

Aksi Protes di Jalur Gaza yang terkepung, yang dimulai pada Hari Bumi Palestina, akan sampai pada titik puncaknya pada tanggal 15 Mei, hari yang menandai peringatan 70 tahun Nakba dan berdirinya Israel. Para pemrotes menyerukan hak untuk pulang kembali bagi para pengungsi Palestina dan keturunan mereka, ke wilayah yang sekarang dianggap sebagai wilayah Israel (i7).

Sumber: www.middleeastmonitor.com

Terbit: 09/04/2018 – 13.46

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *