Wafatnya Mantan Tahanan Wanita Akibat Panjang dari Kebijakan Pelalaian Medis

Nablus – Pada Rabu malam (26/09) Latifah Abu Zira’ (53 tahun), seorang tahanan wanita yang telah bebas, berasal dari Kamp Pengungsi Balata di timur kota Nablus, Tepi Barat bagian utara, meninggal dunia setelah menderita penyakit yang berkepanjangan.

Raed Amer, Ketua Asosiasi Tahanan di kota Nablus mengatakan bahwa Latifah  meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Zona Dalam (Ad-Dakhil) Palestina yang dijajah di mana dia telah menjalani perawatan beberapa saat di sana akibat mengalami keracunan dalam darah.

Jasadnya dibawa ke RS Rafidya di Nablus untuk dikuburkan pada sore hari.

Perlu diketahui, Latifah adalah ibu dari tujuh orang anak. Dia ditangkap pada tahun 2003 dan dijatuhi hukuman 25 tahun penjara. Dia telah menghabiskan usianya selama delapan tahun di dalam penjara, sebelum akhirnya dibebaskan dalam kesepakatan “Wafa Al-Ahrar” tahun 2011.

Selama masa penahanannya, Latifah telah menderita kondisi kesehatan yang sangat buruk karena kebijakan pelalailan layanan kesehatan di penjara Zionis. Dia terus menderita bahkan setelah dibebaskan. Kondisi kesehatannya semakin memburuk hingga puncaknya baru-baru ini, dia berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya (i7).

 

—————————–
Sumber: www,palinfo.com, terbit: 26/09/2018, jam 08:13:15 pagi.

 

 

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *