Video - Surat dari Anak Palestina

 

Aku iri denganmu…
Ketika kau terbangun oleh suara merdu Ibumu,
Disuguhi sepiring roti dan susu
Kemudian sebuah bus menjemputmu menuju tempat menimba ilmu.

Sedangkan kami?
Kemana Ibuku? Dimana Ayahku? Dan pagi yang seharusnya penuh canda tawa adik-adikku?

Fajar kami hanya disambut suara rudal dan peluru.
Atau sirine ambulance yang datang menjemput tangis anak-anak mencari ibu.
Bahkan sang surya takut menampakkan diri, tersenyum padaku.

Ah, sungguh aku iri
Kau punya tempat mengadu yang terkadang tak kau syukuri
Yang menyambutmu sepulang bermain
Dan seorang ayah, yang mengantarmu sekolah

Namun, kenapa mereka menyakiti ibuku?
Menembak ayahku?
Kenapa mereka terjunkan rudal untuk mengambil teman-temanku?
Merampas tanahku,
Tempat ibadahku.

Kemanakah keadilan itu?
Kenapa kami tak diberikan hak yang diberikan padamu?

Apakah hanya karena kami anak-anak Palestina?
Atau…
Apakah karena kami menganut agama yang berbeda?

Siangmu dipenuhi canda tawa,
Bermain, bersuka ria,

Sedang kami, adakah kesempatan bagi kami untuk tak menangis barang sebentar saja?

Pemandangan kami hanya jet-jet yang berlalu lalang,
Yang selalu kau dikagumi, ketika pesawat-pesawat itu melintas di langitmu yang penuh awan.

Dan kemanakah langit kami yang biru?
Ketahuilah, mereka telah menyulapnya menjadi kelabu,
Mengusir sang mentari yang selalu ada di buku gambarmu.

Dan, lihatlah…
Sungai kami merah,
Tanah kami penuh pertumpahan darah

Bukankah dunia penuh ketidak-adilan?

Tapi tenang saja, kami yakin, kami akan menang.
Islam akan menang.
Tolong kami, meski hanya dengan do’a.

Berikanlah padaku kertas bekas kapal-kapal-anmu
Aku ingin menulis surat pada Ibu
Bahwa aku merindukannya,
Sangat merindukannya
Dan ingin bertanya,
Apakah bertemu ayah di surga?
Apakah bertemu adik, juga teman-temanku di sana?

Sungguh…
Aku … menginginkan mereka…

 

(LB)

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *