Video - AL Penjajah Zionis Giring "Liberty Flotilla" ke Pelabuhan Ashdod

 

Pasukan AL Penjajah Zionis menyita dan menggiring “Liberty Flotilla” atau perahu “Al-Hurriyah”  yang bertolak dari Gaza pagi ini (29/30) untuk mematahkan blokade yang diberlakukan di Gaza sejak dua belas tahun lalu, menurut media Israel.

Komisi Nasional untuk Memecahkan Pengepungan dan Rekonstruksi Palestina mengumumkan bahwa empat kapal perang milik AL Israel, mengepung kapal “Al-Hurriyah”. Setelah pengepungan oleh empat kapal itu, “Al-Hurriyah” menghilang dari komunikasi dalam jarak lebih dari 12 mil di lautan.

Dewan Hukum dan Komunikasi Internasional di bawah Komite Nasional untuk Pawai Kepulangan Akbar dan Pemecah Blokade, dalam pernyataannya menimpakan beban tanggung jawab sepenuhnya kepada Penjajah Zionis terkait keselamatan para peserta aksi damai yang ada di dalam perahu itu. Dan menuntut komunitas internasional untuk mengutuk aksi permusuhan terhadap perahu “Al-Hurriyah” dan penangkapan para peserta aksi yang dibawanya, dan bekerja untuk membebaskan mereka.

Dewan itu meminta PBB dan berbagai badan yang ada di bawahnya, Uni Eropa, Liga Arab, OKI, dan pihak peserta penandatangan dalam Konvensi Jenewa untuk melaksanakan tanggung jawab moral dan hukum untuk memaksa Penjajah “Israel” menghentikan blokade di Jalur Gaza, dan untuk mengakhiri penderitaan lebih dari  dua juta orang. Presiden Palestina Mahmoud Abbas, juga meminta “dicabutnya ketetapan yang menghukum dan secara ilegal diterapkan di Jalur Gaza, dan diambilnya pengaturan yang semestinya demi mendukung ketabahan warga dan untuk memberikan jaminan kehidupan yang layak bagi mereka.”


Perahu itu membawa sekitar 20 warga Palestina, terdiri dari orang sakit, penderita luka-luka dalam Pawai Kepulangan Akbar, dan beberapa sarjana universitas di Palestina yang tidak memiliki pekerjaan.

Komite Nasional untuk Pawai Kepulangan Akbar dan Pemecah Blokade mengatakan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk menyempurnakan pawai “Kapal Marmara Turki” yang diagresi oleh pasukan Penjajah Zionis tanggal 31 Mei 2010, saat mendekati pantai Jalur Gaza, dan menembaki para aktivis yang berada di atas kapal.

Ratusan warga Palestina berkumpul di halaman pelabuhan Gaza, sejak Selasa pagi, untuk menyambut undangan Komite mendukung para peserta dalam perahu “Al-Hurriyah”  menjelang keberangkatannya. Ini merupakan upaya pertama kali dari jenisnya untuk memecahkan blokade maritime yang diterapkan oleh Penjajah Zionis terhadap Jalur Gaza

Acara yang diadakan oleh Komite Nasional Tertinggi Pawai Kepulangan Kembali ini membawa beberapa pesan kepada masyarakat internasional dalam bahasa yang berbeda, yang berbicara tentang blokade Israel yang diterapkan terhadap Jalur Gaza dan menimbulkan dampak bencana di berbagai bidang kehidupan. Ditambah juga diadakan presentasi teatrikal menjelang pelepasan berlayarnya perahu-perahu tersebut.

Bersamaan dengan itu, “Forum Rakyat Palestina di luar negeri,” menyerukan masyarakat internasional untuk memberikan perlindungan yang diperlukan bagi perahu “Al-Hurriyah” yang berangkat hari Selasa kemaren untuk memecahkan blokade.

Ziad Aloul, juru bicara  “Forum Rakyat Palestina di luar negeri,” seperti dilaporkan “Quds Press”, bahwa perahu berlayar hari ini dari Jalur Gaza, yang murni mengemban misi kemanusiaan membawa pasien dan pelajar dan orang dengan kebutuhan khusus untuk tujuan pengobatan.”



سفينة الحرية لكسر الحصار

سفينة الحرية لكسر الحصار المفروض على غزة

Dikirim oleh ‎عرب 48‎ pada 29 Mei 2018

 

Dia mengatakan: “Masyarakat internasional memiliki tanggung jawab hukum terhadap perairan Gaza dimana ini merupakan perairan internasional dan tidak berada di bawah Otoritas Penjajah. Ini artinya apa yang dilakukan oleh pasukan penjajah merupakan pelanggaran hukum internasional.”

Aloul menyerukan kepada “dunia untuk memikul tanggung jawabnya berdasarkan hukum dan HAM dan moral, terhadap orang-orang yang hidup di dalam blokade yang telah diterapkan selama lebih dari satu dekade. Ditambah lagi penderitaan yang disebabkan oleh kejahatan penjajahan.”

Dia menambahkan: “Di saat orang yang terluka, sakit dan orang-orang dengan kebutuhan khusus di atas kapal “Al-Hurriyah” berlayar untuk mencari pengobatan, Penjajah Zionis terus melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza melalui pemboman setiap hari, yang membutuhkan sebuah penyikapan secara internasional untuk melindungi rakyat kami,” katanya.

Berlayarlah dari Pelabuhan Kota Gaza pada hari Selasa kemaren, pelayaran mengarungi lautan untuk memecahkan blokade dengan diikuti oleh dua puluh orang warga Palestina, yang sebagian besar adalah orang sakit dan luka-luka korban dalam Pawai Kepulangan Akbar, dan para mahasiswa yang telah tamat sarjana dan masih menganggur.

Komite Tertinggi untuk Pemecah Blokade mengatakan dari Gaza “bahwa perjalanan ini  membawa mimpi untuk berakhirnya blokade, ketidakadilan terhadap Gaza, dan keluar dari isolasi dan mendesak Penjajah untuk mengakhiri penderitaan dua juta orang, dan untuk menerapkan semua standar HAM yang menjamin kebebasan bergerak dan bepergian,” seperti yang diungkapkannya. (i7)

———-

Sumber: www.arab48.com, terbit: 29/05/2018 – jam: 19:21.

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *