UU Libanon Larang Warga Palestina Memilki Tanah

Ahmad Ali dan keluarganya yang terdiri dari lima orang pulang Emirat Arab ke Libanon. Ia hendak membeli satu apartemen, akan tetapi undang-undang Libanon yang baru terbit tidak mengizinkan orang selain bangsa Libanon memilki tanah maupun rumah. Kemudian ia mendaftarkan kepemilikan apartemen tersebut atas nama kerabatnya yang telah mendapatkan kewarga negaraan asing. Belum berlangsung dua tahun, kerabatnya itu datang dan meminta apartemennya tersebut. Akibatnya Ahmad masuk rumah sakit dan kini telah sembuh, walau ia enggan menceitakan nasibnya tersebut.

Kisah Ahmad ini juga menimpa ribuan bangsa Palestina yang tidak mendaftarkan kepemilikan rumah mereka atas nama warga Libanon atau bangsa lain selain Palestina.

UU kepemilikan tanah Libanon terbit bulan Maret 2001. Dalam UU tersebut dikatakab, tidak berhak bagi siapapun yang tidak memilki kewarga negaraan yang diakui oleh pemerintah untuk memiliki barang atau apapun. Atau jika kepemilikanya itu bertentangan dengan peraturan bagi pihak-pihak yang menolak relokasi”. Sebagian anggota parlemen mendukung undang-undang ini tapi sebagian lagi diam. Hanya Muhammad Qabbani sendirian yang menolak undang-undang ini. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *