UNRWA: Jalur Gaza Derita Krisis Kemanusiaan Yang Berlipat Ganda

aspacpalestine.com – Gaza. UNRWA mengatakan bahwa Jalur Gaza menderita krisis kemanusiaan dua kali lipat, Senin (24/7/2017). Krisis memburuk tersebut disebabkan siklus kekerasan, pengrusakan, krisis bahan bakar dan air, serta tidak ada kejelasan untuk perbaikan sosial-ekonomi yang berkelanjutan bagi ekonomi yang telah runtuh. Blokade Gaza telah memasuki tahun yang kesebelas di bulan Juni 2017.

Sesuai dengan laporan UNRWA terkait kondisi darurat di Gaza, PBB telah menyoroti berulang kali tidak adanya legalitas blokade Gaza. Blokade tersebut terus menghambat kebebasan bergerak, baik gerak individual maupun barang. Blokade juga termasuk jenis sangsi massal. PBB menyerukan untuk mengangkat blokade secara total di beberapa kesempatan.

PBB menunjukkan bahwa selama bulan Juni 2017, sebanyak 7.227 truk barang masuk ke Gaza. Jumlah tersebut dinilai masih kecil. Persentase yang tercatat terkait jumlah truk yang masuk ke Gaza adalah 29% dari angka perbulan truk yang masuk, sejak permulaan awal tahun 2017. Persentase ini lebih sedikit dibanding dengan 35% jumlah truk perbulan yang masuk ke Gaza, pada semester pertama tahun 2017 (tahun sebelum diberlakukan blokade). Jumlah truk yang masuk di bulan Juni lebih sedikit dari bulan juli 2015.

PBB mencatat bahwa pembatasan akses petani ke lahan-lahan pertanian mereka, terjadi di dekat pagar perbatasan dengan Israel atau daerah-daerah yang dilarang untuk didekati. Hal tersebut melarang para petani untuk mengurus lahan pertanian mereka secara baik dan tepat.

 

Sumber: alray.ps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *