Uni Eropa Tolak Keputusan Trump

aspacpalestine.com – Brussel. Menteri Luar Negeri negara Eropa menolak keras ajakan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu. Ajakan untuk mengikuti langkah Donald Trump dan mengakui Al-Quds sebagai ibukota Israel.

Hal ini disampaikan saat Trump melakukan lawatan pertamanya ke Uni Eropa, Brussel, Belgia.

Bahkan salah satu sekutu terdekat penjajah israel mengatakan “bahwa keputusan Presiden AS buruk untuk usaha perdamaian”. Prancis mengatakan status Al-Quds dapat diputuskan hanya di kesepakatan akhir antara Israel dan Palestina.

Netanyahu menyerukan pemerintah negara-negara Eropa untuk mendukung banyak inisiatif perdamaian AS, meskipun faktanya, Trump belum menyampaikan secara detail inisiasi perdamaian tersebut.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian menjelaskan bahwa Uni Eropa tidak akan menulis sebuah cek kosong rencana perdamaian Trump yang tidak terlihat dan mendesak Washington untuk mengungkapkan apa yang sedang disusun oieh Jason Greenblatt (utusan Timur Tengah Trump) dan Jared Kushner (Menantu Trump dan Penasehat Senior).

“Kami sudah menunggu beberapa bulan inisiatif AS dan jika tidak diumumkan, maka Uni Eropa yang akan mengambil inisiatif ini”, ujar Le Drian.

Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu mengatakan bahwa negara-negara eropa akan memindahkan kedutaan mereka ke Al-Quds dan mengakui Al-Quds sebagai ibukota Israel, meskipun tidak ada sebuah bukti bahwa negara-negara eropa bersiap melakukan hal tersebut.

Diplomat senior Swedia, Margot Wallstrom setelah pertemuan tersebut mengatakan “saya mempunyai waktu sulit untuk melihat bahwa negara-negara lain akan melakukan hal tersebut dan saya tidak berpikir ada negara Uni Eropa yang akan melakukan hal itu”.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Erop, Federica Mogherini menegaskan kembali komitmen blok solusi 2 negara. Dia mengatakan kepada Netanyahu, bahwa pihaknya akan terus mengakui konsensus internasional mengenai Al-Quds. Uni Eropa akan meningkatkan upaya perdamaian dan akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas bulan depan.

 

Sumber: theguardian.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *