Uni Eropa Dukung Upaya Pengusutan Pelanggaran HAM oleh Militer “Israel”

Tentara Penjajah Zionis seret seorang warga Palestina pada 31 Mei 2015 (Nedal Eshtayah/ Apaimages)

Uni Eropa sedang mendanai sebuah proyek untuk mengadili para pejabat militer Israel atau IDF karena melakukan pelanggaran terhadap warga sipil Palestina, menurut Israel Hayom, yang mengutip sebuah organisasi HAM setempat.

LSM pemantau grup pro- “Israel” menganalisis pendanaan dan kinerja beberapa organisasi non-pemerintah yang melakukan pengawasan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh IDF. “Menindaklanjuti permintaan beberapa organisasi HAM “Israel”,” LSM itu melaporkan, “Uni Eropa telah mulai mendanai proyek untuk menghusut pejabat militer “Israel” yang terlibat dalam pelanggaran HAM di wilayah Palestina yang dijajah.”

Kelompok-kelompok HAM telah membenarkan keyakinan mereka bahwa “Israel”  “tidak melakukan investigasi serius terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh tentara-tentaranya kepada rakyat Palestina.” Mereka menambahkan “terlebih lagi, peradilan militer “hampir selalu” membebaskan anggota IDF yang dicurigai melakukan pelanggaran, terutama yang dilakukan saat penggerebekan terhadap rumah-rumah warga Palestina.”

Menurut Israel Hayom, Uni Eropa telah mengalokasikan anggaran sebesar € 250.000 hingga November 2019 untuk proyek – “Budaya Impunitas di antara Anggota Pasukan Keamanan Israel” – dan anggaran ini terbuka untuk tahun-tahun mendatang. Proyek ini diperkirakan akan berlangsung hingga 2021. Kelompok HAM Israel “Yesh Din” atau “Ada Hukum” berada di belakang proyek Uni Eropa ini, dengan bermitra bersama beberapa organisasi lain, termasuk Dokter untuk HAM dan gerakan “Breaking the Silence” atau “Memecah Kebisuan”.

Proyek ini bertujuan untuk membangun “bank bukti” dengan mengumpulkan berbagai kesaksian terhadap IDF dan serangan-serangan yang mereka lakukan dengan cara memberikan kepada wanita Palestina kamera video untuk merekam aksi pelanggaran yang dilakukan saat penyerangan ke rumah-rumah. Organisasi-organisasi HAM “Israel” mengatakan bahwa mereka berusaha untuk memberikan tekanan politik kepada pemerintah dengan menempatkan kekebalan IDF yang nyata pada puncak agenda internasional sehingga ini menjadi salah satu permasalahan yang dibicarakan oleh berbagai pemerintahan asing bersama mitra “Israel” mereka. (i7)

——————–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 18/06/2018 – 01:17 siang.

 

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *