UEA Batalkan Pertemuan Dengan AS dan Penjajah Zionis Terkait Kesepakatan Senjata F-35

Emirat dilaporkan marah atas penolakan publik Netanyahu terhadap kesepakatan itu dan sumpahnya untuk melobi Kongres AS untuk menentangnya.

Uni Emirat Arab membatalkan pertemuan yang direncanakan dengan Amerika Serikat dan Penjajah Zionis mengenai perbedaan tentang kemungkinan penjualan jet tempur F-35 Amerika kepada negara Teluk itu yang ditentang oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, demikian seperti diberitakan pada Senin (24/08).

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan bahwa sebuah kesepakatan sedang dalam peninjauan bagi UEA untuk membeli jet-jet tempur, dan seorang pejabat pertahanan AS mengisyaratkan bahwa kesepakatan tersebut dapat dicapai dalam tempo enam bulan.

AS telah menjual jet F-35 kepada sekutunya – termasuk Korea Selatan, Jepang, dan negara Penjajah Zionis – tetapi penjualan kepada UEA memerlukan tinjauan lebih dalam karena kebijakan Amerika adalah untuk mempertahankan keunggulan militer bagi negara Penjajah Zionis di Timur Tengah.

Menurut situs berita AS, Axios, UEA telah menunda pertemuan yang direncanakan dengan AS dan Penjajah Zionis berlangsung pada hari Jumat, setelah Netanyahu secara terbuka menyangkal informasi tentang kesepakatan senjata yang diusulkan antara Washington DC dan Abu Dhabi.

Situs Axios mengatakan Emirat ingin mengirim pesan, menambahkan bahwa negara Teluk itu merasa bahwa pernyataan Netanyahu telah melanggar kesepahaman antara mereka – menyusul pengumuman bersejarah mereka pada 13 Agustus lalu tentang normalisasi hubungan diplomatik.

“Mereka (UEA) sangat marah karena dia (Netanyahu) mengatakan kepada anggota kabinetnya bahwa dia akan menyampaikan kekhawatirannya tentang kesepakatan ini kepada anggota Kongres,” kata laporan itu.

Laporan itu menambahkan bahwa kesepakatan F-35 adalah “prioritas utama” bagi UEA, yang menganggapnya terkait dengan kesepakatan normalisasi dengan Penjajah Zionis.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo saat ini berada di Timur Tengah untuk mempromosikan perjanjian antara UEA dan Penjajah Zionis, yang telah dimediasi oleh para petinggi dari pemerintahan Trump.

Pada hari Senin, dia mengatakan AS akan memastikan negara Penjajah Zionis tetap terjaga keunggulan militernya  di kawasan tersebut.

Mengesampingkan Palestina

“Amerika Serikat memiliki persyaratan hukum sehubungan dengan keunggulan militer kualitatif. Kami akan terus menghormati itu,” kata Pompeo kepada wartawan setelah pertemuan dengan Netanyahu.

Netanyahu mengatakan dia telah diyakinkan tentang masalah ini oleh Pompeo, yang memulai turnya di kota Al Quds. Kunjungan regional Pompeo, yang juga bertujuan membangun front melawan Iran, akan membawanya ke Sudan, UEA, dan Bahrain.

Pompeo menunjukkan bahwa Washington juga telah memberi UEA dukungan militer selama lebih dari 20 tahun, langkah-langkah yang dia gambarkan sebagai tindakan yang diperlukan untuk mencegah ancaman bersama dari Iran – juga saingan regional negara Penjajah Zionis.

“Kami sangat berkomitmen untuk melakukan itu, untuk mencapai itu dan kami akan melakukannya dengan cara menjaga komitmen kami kepada negara Penjajah Zionis dan saya yakin bahwa tujuan itu akan tercapai,” kata Pompeo.

Sementara itu, pihak Palestina memperingatkan pemerintahan Trump agar tidak mencoba mengesampingkan mereka dalam langkah maju diplomasi Timur Tengahnya.

“Merekrut bangsa Arab untuk mengakui negara Penjajah Zionis  dan membuka kedutaan besar tidak membuat Penjajah Zionis lantas menjadi pemenang,” kata juru runding Palestina Saeb Erekat dalam wawancara dengan Reuters.

“Anda menempatkan seluruh kawasan dalam posisi “lose-lose situation” karena anda merancang jalan bagi berlangsungnya konflik selamanya di kawasan ini.”

Sumber: www.aljazeera.com, terbit: 25 Agustus 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *