Turki Kutuk Keputusan "Israel" Bangun Unit Pemukiman Baru di Tepi Barat

Ankara – Kementerian Luar Negeri Turki, mengutuk pengesahan ‘Israel’ bagi pendirian sekitar 2.200 unit pemukiman baru di Tepi Barat yang dijajah.

Kemenlu Turki dalam sebuah pernyataannya Kamis sore (27/12) mengatakan: “Kami menolak keputusan ilegal ‘Israel’ ini, yang terus melanggar hukum internasional tanpa henti, terutama Konvensi Jenewa Keempat dan resolusi PBB terkait”.

“Kami mengutuk keras pengesahan ‘Israel’ atas pembangunan sekitar 2.200 unit pemukiman baru di Tepi Barat yang diduduki,” demikian seperti dilansir oleh kantor berita Anadol.

Sebelumnya pada hari Kamis, gerakan “Peace Now” ‘Israel’ mengungkapkan bahwa pemerintah Netanyahu dalam dua hari terakhir telah menyetujui rencana bagi pembangunan 2.191 unit pemukiman di Tepi Barat.

Resolusi Dewan Keamanan no 2334 yang terbit pada tanggal 23 Desember 2016 menyerukan “penghentian segera semua kegiatan pemukiman di atas wilayah Palestina yang dijajah”.

Pasukan penjajah ‘Israel’ menguasai 427 pos-pos pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem yang dijajah, yang merupakan 46% dari total wilayah Tepi Barat, menetap di dalamnya hampir 700.000 pemukim (Yahudi), dimana mereka melakukan penyerangan hampir setiap hari di tahah-tanah Palestina yang dijajah.

Juga harus dicatat bahwa langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Netanyahu ini bertepatan dengan proses pemilu parlemen yang dilangsungkan lebih awal di bulan April 2019. Netahyahu dalam periode ini berusaha untuk memenangkan suara dari kantong-kantong pemilih pro-pemukiman, seperti dijelaskan oleh para pengamat (i7).

 

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 28/12/2018, jam 08:33:07 pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *