Trump: Kami telah Lenyapkan Isu Yerusalem dari Meja Perundingan


Presiden AS Donald Trump, berkata tentang rencananya untuk menyelesaikan isu Palestina, pada hari Rabu (21/08) bahwa: Saat proses perundingan, “Israel akan membayar harga yang jauh lebih tinggi, karena dia telah mengambil hadiah yang sangat berharga” dalam isyaratnya kepada pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota “Israel”.

“Kami telah melenyapkan masalah Yerusalem dari meja perundingan,” kata Trump dalam pidatonya.

Mengingat kembali hari-hari menjelang pengakuan Yerusalem pada akhir tahun lalu, Trump mengatakan dia telah menerima banjir telepon dari para pemimpin negara-negara asing yang memintanya untuk tidak mengakui Yerusalem. Maka lima hari sebelum pidatonya, dia berhenti menerima telepon dan hanya menjawab dengan pesan: “Saya akan menelepon anda pekan depan, karena saya tahu apa yang akan mereka minta dari saya. ”

Dan terkait keputusannya, Trump katakan: “Ini seharusnya sudah terjadi bertahun-tahun sebelumnya. JIka nanti tercapai perdamaian dengan pihak Palestina, ingatlah apa yang saya katakan. Keputusan saya ini memang benar. Kami memang telah menghapus Yerusalem dari meja perundingan. Setiap kali ada perundingan perdamaian kami tidak pernah meninggalkan masalah pengakuan terharap Yerusalem, oleh karena itu saya putuskan untuk menghapusnya dari meja perundingan. ”

Bukan kali ini saja Pemerintah AS berbicara tentang konsesi “Israel” di dalam “Kesepakatan Abad Ini”, tapi ini adalah untuk kali pertama pernyataaan ini muncul dari Trump dengan begitu tajam. Surat kabar “Yisrael Hayoum” melaporkan bulan lalu, mengutip sumber dari orang dekat di Gedung Putih bahwa pengumuman tentang “Kesekatan Abad Ini” akan ditunda hingga pasca pemilu pertengahan semester Amerika yang jatuh pada tanggal 6 November mendatang, karena kekhawatiran kemungkinan efek dari isi “kesepakatan” tersebut yang membutuhkan konsesi “Israel” terhadap pencalonan anggota-anggota dewan dari Partai Republik.

Pernyataan Trump tentang “melenyapkan Yerusalem dari meja perundingan” menunjukkan bahwa kebocoran pers yang dikutip oleh koran-koran Amerika terkait pengakuan Abu Dis sebagai ibukota Palestina nampaknya benar, karena Trump bersikeras menyatakan bahwa Yerusalem seutuhnya berada di luar meja perundingan.

Bulan lalu, pemerintah AS telah beralih dari lingkaran isu “Kesepakatan Abad Ini” kepada kerja bagi pelaksanaannya, sebagaimana diungkapkan oleh Associated Press bahwa pemerintah telah menambahkan tim urusan Timur Tengahnya dalam rangka persiapan untuk mengumumkan kesepakatan tersebut.

Menurut kantor berita tersebut, bahwa Dewan Keamanan Nasional Amerika yang dikepalai oleh Penasehat Keamanan Nasional John Bolton, telah mendatangi berbagai institusi Amerika lainnya, diantaranya Kementerian Pertahanan (Pentagon) dan Intelejen, untuk melakukan perekrutan relawan untuk bergabung di dalam tim yang akan bekerja di bawah manajemen ganda yang bertanggung jawab terhadap “kesepakatan abad ini”, yaitu Kouchner Dan Greenblatt.

Salah satu tugas tim  itu  adalah mengatur dan mengoordinasikan terkait pengumuman “Kesepakatan Abad Ini” dan semua negosiasi yang terkait dengannya.

Tim ini terdiri dari tiga unit kerja: Yang pertama bertugas menindaklanjuti rincian politik dan keamanan dari kesepakatan itu; yang kedua, menyangkut aspek ekonomi, sementara yang ketiga terkait memasarkannya secara strategis di berbagai media massa.

Tim ini akan terus bekerja dalam tempo waktu enam bulan hingga satu tahun, seperti dilaporkan Associated Press. (i7)

———

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 22/08/2018, jam: 09:37:10.

, , ,

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *