Tragedi Pembantaian Deir Yasin

Perjanjian Balfour adalah sebagai tombak imigrasi besar-besaran Yahudi ke Palestina, kemudian terjadi banyak masalah dan sengketa hingga muncullah intifadha pertama tahun 1920 M dan revolusi rakyat Palestina lainnya hingga banyak dari rakyat Palestina yang terbunuh dalam perlawanan-perlawanan tersebut. Puncak perlawanan adalah pada tahun 1937 M hingga dibentuk komisi Peel yang mengeluarkan keputusan pembagian wilayah Palestina: Negara Arab dan Negara Yahudi yang luasnya berkisar 33% dari luas wilayah Palestina keseluruhan. Rakyat Palestina menekan pemerintah Inggris atas keputusan tersebut hingga dikeluarkan pernyataan “white paper” : pelarangan imigrasi Yahudi ke Palestina sejak 5 tahun ke depan dan menjanjikan kemerdekaan Palestina dalam kurun waktu 10 tahun.

Yahudi-Zionis pun berang, kemudian menekan Inggris dan rakyat Palestina dengan melakukan banyak serangan-serangan, yang terbesar adalah serangan yang berupa pembantaian di Desa Deir Yasin pada tahun 1948 M.

Desa Deir Yasin terletak di sebelah barat kota Al-Quds, pembantaian tersebut dilancarkan oleh organisasi-organisasi militer Yahudi; “Irgun” yang dikomandoi oleh Manachim Begin dan “Sytern” di bawah komando Yitzak Shamir juga di dukung oleh pasukan Palmach “Hagana”.

Kronologis Pembantaian Deir Yasin

Pada saat itu tentara pembebasan Arab yang dipimpin oleh Abdulqadir Husseini berhasil membuat kemajuan dalam melawan Yahudi-Zionis di Palestina salah satunya adalah memotong jalan utama antara tel aviv dan Alquds bagian barat. Kemudian pasukan Yahudi-Zionis mengancam menyerang desa Deir Yasin.

Pagi hari tanggal 9 April pasukan zionis “irgun” masuk ke desa Deir Yasin dari arah timur dan selatan sedangkan pasukan “Sytern” mengepung dari wilayah utara. Serangan tersebut awalnya disambut warga desa dengan perlawanan yang sengit, menewaskan 4 orang dan melukai 40 warga, kemudian pasukan tersebut meminta bantuan “Hagana” yang kemudian menembaki warga desa Deir Yasin. Menjelang siang desa sepi dari perlawanan warganya, namun pasukan Zionis melemparkan bom ke setiap rumah untuk membunuh setiap penghuninya, dan juga menembaki warga yang terlihat di jalanan, parahnya banyak dari mayat-mayat warga desa tersebut yang dibuang ke dalam sumur kemudian di tutup untuk menghilangkan jejak kejahatan.

Korban pembantaian adalah sebagian besar penduduk desa; anak-anak, orangtua, wanita, dan juga pemuda. Menurut sumber-sumber Arab jumlah korban mencapai 250-360 korban sedangkan menurut sumber barat korban hanya mencapai 107. Pembantaian Deir Yasin merupakan faktor dari eksodus rakyat Palestina ke bagian lain Palestina maupun ke negara-negara Arab lainnya dan juga sebagai pencetus perang Arab-Israel pada tahun 1948 M. (EH)

Palqa.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *