Tentara Penjajah Zionis Tahan Anak Palestina Hampir Setahun Tanpa Pengadilan

Petugas kepolisian Penjajah Zionis menahan seorang pemuda pada 4 Januari 2012 [Mahfouz Abu Turk/ Apaimages] – Sumber: www.middleeastmonitor.com


Pasukan Penjajah Zionis menahan seorang anak Palestina selama hampir setahun tanpa proses pengadilan, lapor Defense for Children International-Palestine (DCIP).

Pada tengah malam tanggal 20 September 2017, tentara Penjajah Zionis menggerebek rumah Laith K. yang terletak  di desa Kafr Ein dekat Ramallah.

Masih dalam usia 17 tahun, Laith “diikat, ditutup matanya, dan secara fisik diserang oleh pasukan Penjajah Zionis. Dia tidak diberitahu tentang alasan penangkapannya dan tidak juga diberikan surat perintah penangkapan,” lapor DCIP.

Saat diinterogasi, Laith ditanyai perihal melempar batu, yang disebut sebagai “pelanggaran keamanan” di bawah hukum militer Penjajah Zionis. Meskipun ia membantah tuduhan itu, “orang-orang yang menginterogasinya mencetak pernyataan dalam bahasa Arab dan Ibrani dan membuatnya menandatanganinya”.

Enam hari setelah penahanan yang pertama – selama waktu itu baik Laith maupun pengacaranya tidak diberi tahu alasan penahanannya – “seorang hakim militer Penjajah Zionis menyetujui perintah penahanan administratif empat bulan terhadap Laith”, sebuah perintah yang kemudian diperbarui.

Perintah itu diperbarui pada Januari 2018 dengan tambahan (masa tahanan) selama empat bulan, yang kemudian diperbarui untuk kedua kalinya pada Mei 2018, sebelum Laith dibebaskan tanpa ada penjelasan pada Agustus.

Secara keseluruhan, pemuda itu “telah menghabiskan hampir 46 pekan dalam penahanan militer dan tidak pernah secara resmi didakwa dengan kejahatan”, “penahanan berkepanjangan” yang “memaksanya untuk kehilangan tahun terakhir masa sekolah SMA-nya”.

Menurut DCIP, “pengalaman yang serupa dengan Laith telah mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir”.

“Antara tahun  2012-2014,” LSM tersebut menyatakan, “Pasukan Penjajah Zionis sesaat menghentikan praktik penahanan anak-anak di bawah perintah penahanan administratif. Namun, antara Oktober 2015 dan Juni 2019, DCIP mendokumentasikan ada 30 anak-anak yang berada dalam penahanan administratif ”.

Penahanan administratif adalah bentuk hukuman penjara tanpa dakwaan atau persidangan. Mereka yang ditahan di bawah penahanan administrasif – termasuk anak-anak – tidak diberikan dakwaan, dan apa yang diistilahkan dengan “bukti rahasia” juga tidak diungkapkan kepada tahanan atau pengacara.

Perintah penahanan administratif dapat diperpanjang tanpa batas waktu.

“Anda tidak pernah tahu kapan anda akan dibebaskan, apa yang akan terjadi pada anda, atau apa pun,” kata Laith dalam sebuah wawancara dengan DCIP setelah pembebasannya. (i7)

————–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 10 Juli 2019, pukul 12:59 siang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *