Tentara Penjajah Lukai Dua Bersaudara Saat Bongkar Paksa Rumah Warga Palestina

Baitul Maqdis – Dua orang bersaudara warga Palestina menderita luka akibat serangan oleh tentara Penjajah Zionis pada Selasa (24/09) lalu saat berlangsung pembongkaran paksa terhadap rumah milik keluarga mereka yang berada di kota Baitul Maqdis (Yerusalem) bagian timur.

Menurut Haaretz, pasukan penjajah Zionis kemaren tiba di lokasi untuk melaksanakan penghancuran secara paksa rumah tinggal atau apartemen milik keluarga Khalil, yang masih dalam tahap pembangunan tanpa mengantongi izin yang memang hampir tidak mungkin lagi diterbitkan dari dinas kotamadya Baitul Maqdis (Yerusalem).

Link video berikut menunjukkan bagaimana polisi perbatasan negara Penjajah Zionis menyerang kedua orang bersaudara itu, Issa dan Kusai Khalil, yang keduanya membutuhkan tindakan medis.

Menurut surat kabar itu, “polisi menangkap kedua bersaudara itu lalu membebaskannya kemudian dengan syarat mereka tidak boleh masuk ke Baitul Maqdis selama dua hari kemudian”.

Mohammed Khalil, pemilik rumah yang dihancurkan tersebut mengatakan kepada Haaretz bahwa “dia telah membangun rumah itu pada lantai dua tepat di atas rumahnya untuk putranya Issa, yang baru saja menikah. Khalil mengatakan tidak ada cara supaya bisa mengantongi izin untuk bisa membangun rumah secara legal. “

“Mereka telah memberikan saya surat perintah pembongkaran rumah itu dan menyuruh saya untuk menghancurkan bagian atapnya saja, yang sudah saya lakukan sendiri kemarin,” katanya. “Hari ini mereka datang lagi dan mengatakan itu masih belum cukup; dan kami harus menghancurkan seluruh rumah. “

“Saya telah berhasil membangun rumah ini dari hasil kerja saya seumur hidup. Sekarang semuanya lenyap, ”Mohammed menambahkan.

Aviv Tatarsky, peneliti dari sebuah organisasi nirlaba bernama Ir Amim, mengatakan kepada Haaretz: “Pemerintah kota Baitul Maqdis (Yerusalem) memang tidak memiliki master plan yang seharusnya  untuk daerah-daerah yang menjadi tempat tinggal warga Palestina di kota itu.

“Sejak awal tahun, pemerintah kota telah mengembangkan perizinan perencanaan bagi 12.000 unit perumahan di daerah-daerah yang diklaim sebagai milik negara Penjajah Zionis, dan 1.500 unit di daerah warga Palestina.”

“Karena adanya diskriminasi ini warga kota Baitul Maqdis terpaksa membangun tanpa mengantongi izin.” (i7)

————–Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 25 September 2019 pukul: 11:58 pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *