Video - Solidaritas Global Dukung Rakyat Palestina di Bulan Nakba


Oleh Basil Maghribi

Dalam beberapa pekan terakhir, solidaritas global semakin meluas terhadap rakyat Palestina yang memperingati tujuh puluh tahun Nakba. Aksi-aksi global ini memberikan dukunga terhadap Pawai Kepulangan di Jalur Gaza, dan memprotes pemindahan kedutaan AS di Israel ke Yerusalem yang dijajah. Sebagian besar dari kegiatan ini, dilaksanakan dalam rangka memperingati Nakba, dan sebagian lainnya untuk protes pembunuhan dan penindasan yang dilakukan Penjajah zionis yang buas terhadap para demonstran aksi damai Pawai kepulangan di Jalur Gaza.

Berbagai kegiatan dan  inisatif yang dilaksanakan untuk mendukung perjuangan Palestina tidak hanya sebatas demonstrasi, tapi juga dilakukan dalam berbagai bentuk aktivitas yang sebagian besarnya diturunkan dalam laporan berikut ini:

 

Pemboikotan Pidato Nikki Haley

(Klik untuk menyaksikan rekaman aksi boikot terhadap Nikki Haley)

Nikki Haley, Duta Besar AS untuk PBB, Selasa lalu (22/05) dihadang aksi protes dan boykot saat menyampaikan pidatonya di Universitas Houston. Sekelompok mahasiswa dan mahasiswa menghadang pidatonya dengan teriakan yang memprotes sikapnya terkait posisinya yang bias terhadap “Israel” yang telah membunuh para demonstran di Gaza dan juga sikapnya terkait Palestina secara umum.

Baru saja Nikki mulai dan mengatakan: “Aku berada di sini pasca beberapa minggu yang sangat sibuk terkait kebijakan luar negeri AS”, dan salah seorang demonstran berteriak keras: “Nikki Haley, tangan anda dipenuhi dengan noda darah. Anda memfasilitasi persetujuan genosida terhadap seluruh rakyat, Anda adalah mitra teroris dan penjajah.”

Setelah itu, puluhan mahasiswa demonstran berdiri mengangkat bendera Palestina, sambil meneriakkan: “Nikki Nikki tidak kah anda lihat? Anda telah memulai kampanye genosida” Dan seorang lagi berteriak “Nikki Anda tidak mungkin bersembunyi. Anda telah menyetujui aksi genosida.” Mereka juga meneriakkan kemerdekaan bagi palestina sebelum petugas keamanan berdatangan dan mengeluarkan mereka dari aula acara.

Forum “Mahasiswa untuk Keadilan di Palestina” di Universitas Houston -yang merupakan kelompok mahasiswa anti-Zionis dan pro-Palestina dan memiliki beberapa cabang di perguruan tinggi dan universitas di Amerika Serikat dan beberapa negara lain – telah mengeluarkan pernyataan, Senin lalu, mengkritik tanggung jawab AS jawab yang diterapkan Donald Trump karena apa yang mereka digambarkan sebagai “tindakan-tindakannya yang jahat sebelum dan selama periode kerjanya (Nikki Haley) sebagai dubes AS untuk PBB, dan diskriminasinya yang terang-terangannya terhadap rakyat Palestina dan atas ketidakadilan di seluruh dunia. ” Pernyataan itu menjelaskan  bahwa Haley “bekerja tanpa henti untuk mencegah Komisi Hak Asasi Manusia PBB menetapkan kejahatan terhadap Israel di Gaza. Dia juga memiliki sejarah panjang dan komitmennya dalam membungkam suara-suara orang-orang yang menentang aksi brutal Israel terhadap warga Palestina.”

 

“Pawai Kepulangan” di Time Square

Pawai besar-besaran terjadi di Time Square di kota New York pada hari Selasa (22/05), sebagai solidaritas terhadap Pawai Kepulangan dan protes terhadap pemindahan kedutaan AS ke Yerusalem yang dijajah. Ratusan warga Amerika berpartisipasi dalam acara yang diorganisir oleh gerakan “New York for Palestina”, yang merupakan koalisi luas dari berbagai gerakan dan lembaga yang aktif dan mendukung perjuangan Palestina di Amerika Serikat.

Yang menarik adalah hadirnya aktifis Kashmir dalam demonstrasi itu, dimana mereka memiliki permasalahan yang serupa dengan rakyat Palestina dalam menghadapi praktek-praktek penjajahan yang dilakukan Pemerintah India. India, tercatat memiliki hubungan mesra  dengan Israel dalam beberapa tahun terakhir ini . Dalam kesempatan itu berbicara, Hafsa Kenjwal , seorang aktifis yang menyerupakan praktek-praktek India-Israel dalam pidatonya bertema “Praktek-praktek Militer Penjajah Israel”.

Perlu disebutkan juga bahwa beberapa hari sebelum demonstrasi, Time Square juga telah menyaksikan satu demonstrasi lain untuk mendukung Rakyat Palestina yang diikuti oleh ratusan peserta.

 

Hidup Warga Kulit Hitam dan Palestina Penting

Gerakan “Black Lives Matter” atau “Hidup Warga Kulit Hitam Penting” mengeluarkan pernyataan dukungannya terhadap perlawanan Palestina dan pembelaan gerakan ini terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Dalam pernyataannya –gerakan yang didirkan pada tahun 2013 di tengah-tengah aksi kekerasan sistematis oleh kepolisian Amerika terhadap warga Amerika berkulit gelap – :

“Gerakan kami berdiri bersama rakyat Palestina, khususnya di Gaza, yang melakukan perlawanan di perbatasan Gaza. Ketika kami saksikan serangan brutal terhadap para aktivis yang pemberani itu, yang masih terus berlanjut sejak dan setelah pembukaan kedutaan besar AS di Yerusalem, ini mengingatkan kami pada hal menyakitkan yang terjadi saat warga kulit hitam memutuskan, di sini di Amerika Serikat, melakukan perlawanan.”

“Kami mengetahui bahwa pemerintah Amerika Serikat mengirimkan senjata yang sama ke Tel Aviv, seperti yang dikirimkannya kepada Ferguson dan ratusan kota-kota lain di seluruh negeri ini.”

“Kami mengetahui bahwa para perwira kepolisian di Amerika Serikat belajar metode perang dari kepolisian Israel, yang datang setiap tahun untuk melatih para perwira Amerika dengan metode penindasan, pengawasan, dan pembunuhan.”

“Kami juga memahami bahwa kami terhubung dengan rakyat Palestina oleh tuntutan kami yang sama terhadap pengakuan, keadilan dan sejarah panjang pengungsian, diskriminasi dan kekerasan.”

 

Berbagai Aksi Protes di Chicago dan Philadelphia

Para pendukung gerakan “Yahudi untuk perdamaian,” di Amerika juga keluar seminggu yang lalu di kota Chicago. Mereka melakukan aksi protes di depan kantor anggota Kongres AS Janis Danov Schakowsky Janice Danoff Schakowsky, perwakilan Partai Demokrat dari wilayah Illinois, agar dia menghentikan kebisuannya dan mengutuk pembunuhan yang terjadi kepada para demostran di Gaza. Mereka juga meluncurkan petisi terbuka untuk penandatanganannya untuk tujuan tersebut.

Terkait hal ini perlu disebutkan, bahwa pasca aksi protes tersebut, Schakowsky telah mengeluarkan pernyataan yang menyerukan Perdana Menteri Israel untuk tidak menghancurkan desa Susia Palestina dan desa-desa lainnya yang terdapat kelompok masyarakat Palestina di Tepi Barat di bawah aktivitas permukiman “Israel” yang terus berlanjut. Hal ini merusak prospek perdamaian dan solusi dua-negara yang dapat mengancam masa depan “Israel sebagai negara demokratis dan negara Yahudi, ” seperti yang diungkapkannya.

Dilaporkan pula bahwa kota Chicago telah menyaksikan demonstrasi pada peringatan Nakba, yang diikuti oleh ratusan warga Palestina, Arab dan Amerika, di mana mereka menyerukan diimplementasikannya Hak Kepulangan bagi pengungsi Palestina dan diakhirinya Penjajahan Zionis.

Kota Philadelphia juga menjadi saksi aksi protes di depan Kimmel Music Center, dikarenakan Kimmel berencana mengadakan konser orkestra di Israel dalam waktu dekat. Dalam aksi itu berkumpul puluhan aktivis di depan Kimmel dan membaringkan diri di tanah, membawa nama-nama dan foto-foto para syuhada Pawai Kepulangan di Gaza.

 

Sumber: www.arab48.com, terbit: 25/05/2018 – 23:56.

, , ,

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *