Setelah Bertahan 4 Tahun, Bocah GAza Hembuskan Nafas Terakhirnya

Oleh: Lulu Basmah

Seorang bocah asal Gaza, Palestina, meninggal dunia setelah 4 tahun lalu terluka dalam serangan udara Israel, yang mentargetkan rumah keluarganya di wilayah Jalur Gaza yang terblokade.

Rumah Sakit Al-Wafaa untuk Rehabilitasi dan Bedah Khusus mengumumkan bahwa Muhammad Al-Rifi meninggal pada Sabtu pagi (3/11) di rumah sakit.

Pihak rumah sakit menyatakan bahwa Rifi menderita luka parah di tulang belakangnya, yang menyebabkan dirinya lumpuh dan menggunakan ventilator selama lebih dari 4 tahun.

Rifi luka parah akibat serangan udara Israel pada rumah keluarganya di Al-Tuffah bagian Timur, Kota Gaza, selama serangan Israel terhadap Jalur Gaza di tahun 2014. Ayah, saudara laki-laki dan 4 sepupunya syahid pada serangan tersebut.

Pada awal bulan Juli 2014, Israel melakukan serangan terhadap Jalur Gaza. Serangan militer selama 50 hari yang berakhir pada 26 Agustus 2014 ini, telah membunuh hampir 2.200 warga Palestina, termasuk 577 anak. Lebih dari 11.100 lainnya, termasuk 3.374 anak, 2.088 perempuan dan 410 lansia, juga terluka akibat perang tersebut.

Jalur Gaza telah diblokade Israel sejak Juni 2007. Blokade telah menyebabkan sebuah kemunduran dalam standar kehidupan, tingkat pengangguran yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kemiskinan yang tak kunjung usai.

Seorang pejabat PLO (Palestine Liberation Organization) mengecam target yang disengaja oleh Israel terhadap anak-anak Palestina, sebagai sebuah “kejahatan perang”.

Ketegangan telah meningkat di dekat pagar yang memisahkan Jalur Gaza dari wilayah pendudukan illegal Israel semenjak aksi damai Great Return March yang dimulai pada 30 Maret 2018. Sedikitnya 215 warga Palestina telah syahid akibat serangan tentara Israel. Lebih dari 22.000 warga Palestina juga mengalami luka-luka dan cacat permanen.

Ketegangan mencapai puncaknya pada 14 Mei, pada peringatan 70 tahun Nakba, yang bertepatan dengan pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem. (LB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *