Serial Pengajian Jumat dari Masjid Al-Aqsha: Umat Rindu Pulang Kepada Agamanya

Oleh: Syeikh Abu Imran Al-Barq

الحمد لله رب العالمين حمدا يليق بجلال وجهه وعظيم سلطانه احمدك ربي  واستعينك واستهديك واستغفرك وصلاة وسلام على المبعوث رحمة للعالمين محمد بن عبد الله النبي الخاتم الامين اما بعد,

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, pujian yang layak akan Keagungan wajah-Nya dan Kebesaran kekuatan-Nya. Aku berterima kasih kepada-Mu wahai Tuhanku, dan aku meminta tolong kepada-Mu, meminta petunjuk-Mu, dan memohon ampunan-Mu. Dan shalawat serta salam kepada yang telah diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, Muhammad bin Abdillah, Nabi penutup  yang jujur. Amma ba’d:

 

Saudara-saudara seiman yang ada Masjid Al-Aqsha yang diberkahi, pertemuan kita hari ini berjudul “Umat ini Rindu Pulang Kepada Agamanya”:

Umat Islam telah jemu dengan kekalahan demi kekalahan kurang lebih satu abad sejak dihancurkannya Daulah Khilafah Islam hingga hari ini dimana Umat ini menjalani kehidupan dalam kekalahan demi kekalahan yang berulang-ulang.

Telah jemu juga undang-undang kekufuran yang diberlakukan terhadap mereka dan jemu juga Umat mengikuti orang-orang Kafir dan para penjajah. Dan telah jemu juga para penguasanya yang bergelimang dosa, para pecundang dan pengabai yang menginginkan bagi Umat ini kehancuran. Dan telah jemu pula syeikh-syeikh jahat yang menggiring demi lenyapnya orang-orang yang punya harga diri dan pedangnya. Dan telah jemu Umat Islam dengan ketidakadilan, perpecahan, kelemahan, kepatuhan terhadap perintah-perintah musuhnya dan perencanaan mereka di hadapan perintah-perintah itu dan yang lainnya.

Umat ini meniup bersih dari badannya debu-debu kehinaan dan kekalahan dan mengangkat keberdayaannya. Dia ingin memulihkan martabatnya, kemuliannya, dan menginginkan kembalinya hari-hari kemenangan, penaklukan, jihad di jalan Allah dan tersebarnya kebaikan dan keadilan di penjuru dunia.

Umat kita hari ini telah memahami bahwa Allah dimasa lalu pernah memuliakannya dengan Islam, dan bahwa saat ini tidak ada kemuliaan baginya kecuali dengan Islam. Oleh karenanya dia merindukan suatu masa dimana para pemimpin Islam hari ini dengan lantang menyuarakan “hari ini kita taklukan mereka dan mereka tidak menaklukan kita.” Ini sebagaimana yang telah Rasul kita shallallahu ‘alaihi wasallam katakan saat menghadapi sekutu “Al-ahzaab” yang menyerang kota suci Nabi Madinah.

Umat ini merindukan seorang penguasa, yang menolak untuk mengabaikan walau hanya satu saja hukum syariah dari berbagai hukum-hukum Islam. Sebagaimana Abu Bakar radiyallahu ‘anhu berkata “Demi Allah aku akan perangi orang yang memisahkan antara shalat dengan zakat.

Umat ini merindukan seorang penguasa yang menerapkan keadilan sebagaimana Umar radiyallahu ‘anhu, sebuah keadilan yang melampaui bat umat manusia hingga kepada selainnya, saat beliau mengatakan “jika seekor hewan melata kehausan di tepi sungai Eufrat, sungguh aku takut jika nanti Allah menanyakan kepadaku mengapa engkau tidak menunjukkan jalan kepadanya wahai Umar?

Umat ini membutuhkan seorang penguasa yang menjadikan isu penaklukan dan jihad berada di tangga teratas di dalam prioritas Daulah Islamiyah. Lihatlah kepada Utsman radiyallahu ‘anhu yang telah membangun armada angkatan laut pertama untuk memperluas lingkaran Jihad dan penaklukan di jalan Allah.

Umat ini merindukan pulang kepada agamanya. Karenanya kita dapati Umat Islam berbahagia saat mereka melihat seorang penguasa mengangkat syiar Islam yang menang di dalam pemilu dengan kebahagiaan yang bersangatan. Kenapa? Karena Umat ini rindu untuk pulang kepada agamanya. Apakah penguasa yang menang ini akan mengembalikan Umat kepada keislamannya secara benar atau tidak? Ini adalah masalah lain.

Oleh karenanya kita bertanya, bagaimanakah Umat di era zaman ini telah bekerja dan melakukan sesuatu agar bisa pulang kembali kepada keislamannya?

Kami menemukan bahwa sebagian dari Umat Islam ada yang berjalan mengambil jalan militer. Mereka ingin mengembalikan pemerintahan Islam dengan jalan kekuatan. Dia bekerja memerangi negara yang eksis dimana dia sendiri hidup di bawah naungannya. Dia mencoba membunuh pimpinan pemerintahan dan para pendukung, pengikut, dan bala tentaranya. Mereka menganggap bahwa pemerintahan yang berhukum kepada selain yang Allah telah merampas kekuasaan Umat Islam. Dan tidak akan pernah kembali kekuasaan kepada Umat Muhammad sallallah ‘alaihi wasallam kecuali dengan kekuatan persenjataan.

Kelompok Umat Islam lainnya ada yang menyangka bahwa jalan untuk mengembalikan Islam kepada kekuasaan adalah dengan menyelam ke dalam pemilu di negara yang ada, yang diberlakukan di dalamnya undang-undang  yang tidak diturunkan Allah. Dia mengangkat syiar Islam dan masuk ke dalam berbagai arena pemilu. Diantaranya ada yang beroleh kemenangan luar biasa dan sampai ke tampuk kekuasaan. Dan saat memegang kekuasaan dia tidak mampu membawa Islam ke dalamnya karena sistem pemerintahan yang keras, dan hal ini sudah kalian lihat dan saksikan.

Ada pula yang mengambil jalan pemilu di bawah payung Islam. Dia mengangkat syiarnya dan pada saat yang sama dia mengumumkan dirinya berpegang teguh kepada  sekulerisme negara dan semangatnya terhadap undang-undang demokrasi-sekuler di negara itu. Dan dia juga bersemangat untuk berhubungan dengan negara-negara kafir baik itu dalam kerangka kerjasama perdamaian  atau hubungan perjanjian militer dan yang serupa itu. Lalu dia membuka negaranya buat landasan udara orang-orang kafir supaya jadi pangkalan militer untuk memukul kekuatan kaum Muslimin dari sana. Dimana kaum Muslimin yang dipukul itu adalah orang-orang yang berjuang demi perubahan dan penghapusan kezaliman di negeri kaum Muslimin itu. Dipukulnya mereka dengan pesawat-pesawat kaum Kafir dari negeri-negeri kaum Muslimin. Mereka berjalan di jalan ini hingga batas yang amat jauh di jalan reformasi pastoral. Masyarakat dan orang banyak memandang dari sisi reformasi dan sisi berpulangnya kebaikan bagi masyarakat dari sisi ekonomi, pendidikan, dan pariwisata dan lain-lain. Akan tetapi sayang kita tidak menemukan satupun hukum had yang ditegakkan di negara mereka. Kita tidak menemukan satupun unit militernya yang keluar berjihad di jalan Allah untuk menyebarkan pesan hidayah dan cahaya, pesan Islam kepada dunia.

Kita tidak menemukan upaya nyata demi pembebasan Masjid Al-Aqsha yang kita sekarang berada di dalamnya. Kita tidak menemukan upaya nyata kerja demi persatuan Umat Islam. Kami tidak temukan upaya nyata demi lenyapnya kezaliman dari orang-orang yang terzalimi dan bercokolnya para penjajah dari negeri kaum Muslimin dan dari properti mereka dan nasib mereka.

Diantara kerja-kerja Umat ini juga ada yang melakukan kerja demi kembalinya Umat kepada agamanya dan keislamannya dan tegaknya syariat Tuhannya di bumi dimana dia berada. Sebuah partai politik yang berjalan di atas manhaj Rasulullah shallallah alaihi wasallam dengan kerja yang tersistem. Dia mengembalikan kepada Umat kepercayaan terhadap akidahnya dan hukum-hukum Tuhannya. Dia berikan wawasan kepada Umat Islam wawasan keislaman yang telah hilang dari banyak sisi kehidupan. Bekerja siang dan malam melawan dan bergulat dengan pemikiran kufur dan hukum-hukumnya. Bekerja dengan serius dan giat secara politis dalam melawan orang-orang kafir dan penjajah dan ekor-ekor para penguasa penjilat. Mereka bekerja dengan serius dan sunguh-sunguh untuk menggapai posisi yang memiliki kekuatan mengendalikan dan mencegah di dalam tubuh Umat Islam agar terwujud kemenangan bagi tegaknya syariat Allah di muka bumi.

Di dalam ceramah singkat ini pantaslah kita bertanya, bersama siapakah kita berjalan? Dan dengan kegigihan dan pencapaian seperti apa kita berbahagia terhadapa mereka yang berjalan di bawah payung demokrasi-sekuler dan permainan pemilu tanpa bukti dan hasil ditegakkannya syariat Allah di dalam pemerintahan? Ataukah kita berbahagia dan kita dan mendukung mereka yang bekerja sesuai Sunnah Nabi Muhammad sallallah ‘alaihi wasallam di jalan yang tersistem dalam setiap langkah yang mereka jalani.  Mereka mencari dalam hukum Allah: apa yang Allah inginkan dari kita, dari apa yang Dia telah perintahkan kepada kita. Mereka berjalan dalam penegakan Daulah Islamiyah sesuai dengan cara Nabi Muhammad shallallah ‘alaihi wasallam. Mereka mengetahui bahwa melaksanakan shalat sebagaimana Rasul alaihi shalat wasallam melaksanakan shalat, mereka haji sebagaimana beliau haji, dan mereka berzakat seperti yang telah beliau jelaskan, dan mereka berpuasa sebagaimana beliau perintahkan. Di saat mereka tidak berjalan ke arah pengembalian hukum Allah di muka bumi, sebagaimana jalan yang ditempuh oleh Nabi shallallah ‘alaihi wasallam maka  inilah dia masalahnya.

Sesungguhnya kegembiraan Umat ini dengan menangnya partai dari beberapa partai di dalam pemilu di Turki, di Mesir, di Aljazair, partai yang mengusung syiar Islam, di saat mereka bergembira, Umat inipun bergembira. Karena dia rindu kepada syariat Allah ditegakkan. Karena Umat ini amat rindu untuk kembali kepada Kitab Tuhannya dan Sunnah nabinya. Karena dia mengerti bahwa tidak ada kebanggaan dan harga diri bagi Umat Islam kecuali jika mereka kembali kepada keislaman mereka. Ini adalah isunya dan inilah dia masalahnya.

Saudara-saudaraku yang terkasih, sesungguhnya mereka-mereka yang bekerja di bawah payung sekularisme tidaklah meraih sesuatu kecuali  kematian . Dan  mereka yang bekerja di bawah undang-undang sistem pemilu di negara-negara yang tidak tegak syariat Allah bahkan tegak di dalamnya undang-undang thaghut di negeri kaum Muslimin, mereka tidak akan pernah sampai untuk menegakkan syariat Allah di muka bumi. Mengapa?

Karena orang-orang Kafir tidak menginginkan Umat ini untuk kembali kepada agamanya, berjalan dan menghidupkan jihad di jalan Allah. Karena ini semua membahayakan kepentingan mereka baik kepentingan di negeri kaum Muslimin atau di negeri-negeri Kafir.

Aku memohon kepada Allah subhanahu wata’ala agar menunjukkan kepada Umat ini jalan kembali kepada syariah Tuhannya. Sesungguhnya Dia Maha Dekat dan Maha Mengabulkan permohonan. (i7)

————

Disampaikan di Masjid Al-Aqsha pada hari Jumat, 29 Juni 2018 – 15 Syawal 1439 H.

Sumber: http://al-aqsa.org/index.php/duroos-masjid-aqsa/1686

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *