Serbuan ke Masjid Al-Aqsha dan Kecaman Atas Penggalian Bawah Masjid

111 Pemukim Yahudi menyerbu Masjid Al-Aqsha dan intelejen Zionis asingkan pegawai Dinas Wakaf dari Masjid

 

Hari ini (17/07) kembali Penjajah Zionis melancarkan serbuannya ke Masjid Al-Aqsha. Di saat para pemukim Yahudi menyerbu Masjid, pasukan Penjajah “Israel” memanggil dua orang wanita petugas Masjid dan mengasingkan salah satu dari mereka. Sementara itu, kecaman terus mengalir  terhadap penggalian wakaf Masjid yang diungkap oleh Departemen Wakaf kemaren.

Menurut Dinas Wakaf Islam, 111 orang pemukim Zionis dan empat elemen dari Otoritas Warisan Sejarah Penjajah,   pada hari Selasa menyerbu Masjid Al-Aqsa secara berkelompok-kelompok yang perjalanannya dimulai dari Gerabang Al-Maghariba dan setelah puas berkeliling mereka pulang melalui Gerbang Al-Silsilah.

Untuk itu intelejen penjajah memutuskan untuk mengasingkan Najwa Al-Shakhshir, petugas Dinas Wakaf Islam di Yerusalem dari Masjid Al-Aqsha untuk tempo 3 hari.

 

Pemanggilan Berulang

Pihak intelijen Penjajah Zionis kemaren memanggil Najwa Al-Shakhshir yang bekerja sebagai penjaga di Masjid Al-Aqsha untuk proses interogasi pagi ini di Pusat Penahanan dan Interogasi “Al-Qushlah” di Gerbang Al-Khalil Kota Tua Yerusalem. Setelah interogasi dan dilepaskan dan tiba kembali di lokasi kerjanya, kembali dia dipanggil dan dilakukan kembali proses interogasi yang lama sebelum dikeluarkan surat perintah pengasingan dirinya dari Masjid Al-Aqsha untuk tempo waktu tiga hari.

Pihak intelejen Penjajah Zionis juga hari ini telah memanggil salah seorang penjaga wanita di Masjid Al-Aqsha untuk proses interogasi esok hari di pusat interogasi dimana dia terafiliasi di kota Yerusalem.

Pemanggilan-pemanggilan itu bertepatan dengan berbagai seruan bagi warga Yahudi untuk ikut serta di dalam pawai malam hari yang sangat besar pada hari Sabtu depan di Kota Tua Yerusalem, diselenggarakan oleh ormas yang disebut “nisaa bi-l-akhdhar.

Menurut sumber-sumber Palestina bahwa organisasi Yahudi ekstrim telah biasa mengadakan acara pawai malam hari dalam beberapa tahun belakangan ini dalam rangka memperingati apa yang disebutnya “Kerusakan Haikal” mengelilingi seputar Kota Tua di Yerusalem yang dijajah.

 

Pawai itu dimaksudkan –menurut para pelakunya – untuk menegaskan kedaulatan Yahudi terhadap Yerusalem sebagai ibukota “Israel”, dengan diikuti oleh sejumlah pejabat “Israel”, diantaranya adalah menteri Yerusalem dalam Pemerintahan Penjajah Zionis, dan pejabat Partai Republik Amerika di Israel, pengacara Marc Zell.

Perkembangan ini terjadi pada saat Dinas Wakaf Islam mengungkap penggalian bagian bawah Museum Islam di Masjid Al-Aqsha yang mengundang kecaman dari rakyat Palestina.

 

Kecaman Atas Penggalian

Syeikh Muhammad Husain, Mufti Besar Yerusalem dan wilayah Palestina serta Khatib Masjid Al-Aqsha yang diberkahi mengecam “bencana penggalian” yang dilakukan oleh Otoritas Penjajah di daerah Al-Qushur Al-Umawiyah atau Istana Umawiyah, bagian bawah sebelah utara dari bangunan Museum Islam.

Syeikh Husein memperkirakan akan terjadinya gangguan terhadap semua  gedung-gedung Islam yang ada di daerah itu, untuk kemudian dirobohkan, dan berubahlah jatidiri kota suci itu dan teryahudisasi secara sempurna. Dia menegaskan bahwa perkara ini amatlah sangat berbahaya bagi Masjid Al-Aqsha, dan dia meminta dunia Arab dan Islam dan PBB untuk segera bertindak.

Syeikh Husein juga mengutuk berbagai seruan dari kelompok-kelompok pemukim Yahudi ekstrimis yang mengorganisir pawai malam hari yang provokatif di sekitar pagar Kota Tua di Yerusalem.

Sementara itu Menteri Wakaf dan Urusan Keagamaan Syeikh Yusuf Adais menggambarkan apa yang dilakukan Penjajah Zionis di Yerusalem dan Masjid Al-Aqsha bahwa itu sebagai “pelanggaran serius dan bahaya besar bagi kedua tempat tempat penting ini.”

Syeikh Adais menekankan keseriusan perkembangan terakhir ini, atas pelanggaran yang dilakukan “Israel” terhadap Masjid Al-Aqsa, dimana memerlukan pensikapan yang sesuai dari rakyat Palestina, dunia Islam dan masyarakat internasional  terhadap pelanggaran ini. (i7)

——————–

Sumber: www.aljazeera.net/alquds, terbit: 17/07/2018.

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *