Serbuan ke Al-Aqsha Terus Berlanjut: Pengurus Wakaf Yerusalem Kunci Kubah Al-Sakhrah

 

Senin pagi (14/01) Uri Ariel, Menteri Pertanian ‘Israel’, didampingi oleh puluhan pemukim Yahudi, menyerbu Masjid Al Aqsa dari Gerbang Pintu Mughariba  dengan  mendapatkan pengamanan ketat dari Polisi Khusus Israel.

Departemen Wakaf Islam di Yerusalem mengunci ruang sholat Kubah Al-Sakhrah di Kota Yerusalem, yang berada di dalam komplek Masjid Al-Aqsha, pasca upaya seorang perwira polisi penjajah ‘Israel’ yang mengenakan peci khas Yahudi menyerbu kedalamnya.

Firas Al-Debs, pengurus bagian ‘media’ Departemen Wakaf Islam di Yerusalem mengatakan bahwa “satpam-satpam Masjid Al-Aqsha telah mengunci pintu ruang sholat Kubah Al-Sakhrah, pasca upaya seorang polisi Israel yang mengenakan peci khas Yahudi untuk masuk ke dalammya.

Al-Debs menjelaskan bahwa dua orang anggota polisi ‘Israel’ setiap harinya  berkeliling di bagian dalam ruang shalat Kubah Al-Sakhrah, setiap pagi dan sore hari dengan alasan memeriksa kondisi keamanan.

Dia mengatakan: “Para satpam Kubah Al-Sakhrah telah meminta polisi itu untuk melepas peci khas Yahudinya sebelum masuk, akan tetapi dia menolak dan bersikeras untuk masuk meski  dengan cara paksa dan kemudian para satpam masjid mengunci semua pintu Kubah Al-Sakhrah.”

Al-Debs menambahkan bahwa beberapa perwira dan unsur kepolisian “kemudian bertebaran di pintu-pintu luar Kubah Al-Sakhrah di saat para satpam dan orang-orang melaksanakan shalat di dalam ruangan Kubah Al-Sakhrah.” Pasukan penjajah mengepung para satpam Masjid Al-Aqsha, bersama dengan para petugas yang bekerja di bawah Departemen Wakaf Islam di Yerusalem, di dalam ruang sholat Kubah Al-Sakhrah.

Terkait hal ini, Syeikh Yusuf Idais, Menteri Urusan Wakaf dan Keagamaan Palestina, mengutuk pelanggaran kesucian masjid Al-Aqsa yang terjadi di ruang sholat Al-Qibliy dan Kubah Al-Sakhrah termasuk halamannya dan berbagai fasilitasnya, dan perlindungan ketat oleh kepolisian penjajah ‘Israel’.

Idais mengatakan bahwa “praktik yang dilakukan penjajah ini tidak lain melainkan sebuah pukulan terhadap perasaan umat Islam dan pengabaian besar terhadap kesucian dan nilai-nilai agama mereka,” sambil menambahkan bahwa praktik-praktik tidak bermoral ini, yang mendorong ke arah hasutan keagamaan di dalam dan luar Yerusalem, dilakukan dalam konteks yang dipelajari dan tersistem dan bekerja untuk mengkonsolidasikan gagasan penjajah yang membagi Masjid Al-Aqsha dari segi tempat dan waktu. Seperti di Masjid Al-Ibrahimi yang merintih di bawah beban pelanggaran kesucian oleh para pemukim Yahudi setiap hari, dimana yang terakhir terjadi adalah kemaren dalam bentuk gerakan permusuhan di halamannya.

Idais mengatakan bahwa “Ada serangan yang jelas-jelas terjadi terhadap tempat-tempat suci Palestina baik milik Umat Islam dan Kristiani oleh para pemukim Yahudi dengan perlindungan politik dan keamanan dari otoritas penjajah sayap kanan ekstrim. Mereka bekerja dengan sangat sungguh-sungguh dalam rangka menghina agama-agama di Palestina dengan dalih dan alasan yang keliru.”

Idais meminta lembaga-lembaga komunitas internasional untuk menghentikan otoritas penjajah ‘Israel’ dari terus-menerus melakukan pelanggaran ini dan mengekspos simbol-simbol dan tempat-tempat suci Umat Islam dan Kristen (i7).

——————-

Sumber: www.arab48.com, terbit: 14/01/2019, jam 10: 24.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *