Serbia, Kosovo Akan Buka Kedubes di Al Quds

Kedubes AS di Al Quds pada 18 Oktober 2018 [Thomas Coex/AFP/Getty Images]


Negara Penjajah Zionis dan Kosovo telah sepakat untuk menjalin hubungan diplomatik dan Kosovo, bersama dengan Serbia, akan membuka kedutaan besar di Al Quds, Perdana Menteri Penjajah Zionis Benjamin Netanyahu mengatakan hal itu pada hari Jumat (04/09), demikian seperti dilaporkan Reuters.

Pernyataan Netanyahu muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump membuat pengumuman serupa di Washington, di mana dia berjumpa dengan para pejabat tinggi Serbia dan Kosovo saat keduanya menyepakati untuk melakukan normalisasi hubungan ekonomi di antara mereka.

“Kosovo akan menjadi negara pertama dengan mayoritas Muslim yang membuka kedutaan di kota Al Quds,” kata Netanyahu. “Seperti yang saya katakan dalam beberapa hari terakhir – lingkaran perdamaian dan pengakuan terhadap negara Penjajah Zionis terus meluas dan lebih banyak negara diharapkan untuk bergabung.”

Hanya dua negara – Amerika Serikat dan Guatemala – yang telah membuka kedutaan besar di kota Al Quds. Rakyat Palestina telah menentang langkah semacam itu.

Status Al Quds merupakan salah satu rintangan terberat untuk membentuk kesepakatan damai antara Penjajah Zionis dan Palestina, yang dengan dukungan internasional yang luas menginginkan Al Quds Timur, yang direbut Penjajah Zionis dalam perang Timur Tengah 1967, menjadi ibu kota mereka.

Penjajah Zionis menganggap semua bagian Al Quds, termasuk wilayah timur yang dianeksasi setelah perang 1967, sebagai ibukotanya.

Penjajah Zionis dan Uni Emirat Arab bulan lalu telah sepakat untuk menormalkan hubungan diplomatik dalam sebuah kesepakatan yang dibantu oleh Trump.

——————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 4 September 4, 2020 pukul 7:02 malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *