Sepekan: Dua Warga Syahid Dalam Rangkaian Serangan oleh Pemukim Yahudi

Silwan,  15-03-2018. Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Komite Perlawanan Tembok dan Pemukiman, menyatakan bahwa pasukan penjajah Israel telah membunuh dua warga Palestina dari Nablus dan Hebron di Tepi Barat yang terjajah dan mendirikan sebuah pos permukiman baru di atas tanah milik warga di Beit Awwa, barat daya Hebron, pekan lalu.

Komite tersebut menambahkan dalam laporan mingguannya, Kamis (15/03) bahwa pasukan penjajah juga menyita 24 dunim (luas tanah) di Burin, dan mencabut serta memotong 108 pohon di provinsi Nablus dan Hebron.

Komite itu mencatat bahwa “Ateret Cohanim” sebuah lembaga pemukiman Yahudi telah menyerahkan tuntutan peradilan terhadap anak-anak almarhum Said Audah, yang menuntut mereka  atas tanah yang diatasnya terdapat rumah dan bangunan tempat mereka tinggal di Desa Al-Haarah al—Wustha “bathn al-Hawa” di kota Silwan  selatan Masjid Al-Aqsa yang diberkahi.

Pasukan penjajah Israel mendirikan sebuah barikade (forboden besi) di desa Issawiya, pada saat para pemukim dari pos pemukiman Beit al-Asal menyerang anak-anak Arab di desa Batn al-Hawa.

Rashdi Yasser al-Khatib, melarikan diri dari dari kota Hazma, karena  menghadapi gangguan dari para pemukim Yahudi.

Menurut laporan itu, geng-geng pemukim Yahudi terus menerus melakukan penyerbuan setiap hari dengan perlindungan dari polisi penjajah terhadap Masjid Al-Aqsha yang diberkahi. Geng-geng penjajah ini mengorganisir pesta-pesta perayaan yang bising di daerah Bab Al-Khalil yang merupakan salah satu gerbang Yerusalem yang memberikan informasi sejarah Israel yang dipalsukan berbeda dari sejarah Yerusalem yang sebenarnya.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa para pemukim itu telah memotong 90 pohon zaitun, 40 di antaranya di desa Sawya, 20 di desa Burin, dan 15 pohon di desa Madama dan Qaryut.

Puluhan pemukim Yahudi juga menyerang desa Einabous, di saat yang sama warga desa Lubban timur menolak usaha mereka untuk menguasai daerah Jabal al-Ras, yang berdampingan dengan pemukiman Ma’ale Levona, yang dibangun di atas tanah desa dan mereka dirikan tenda-tenda di daerah tersebut.

Pemukim Yitzhar menyerang sejumlah petani saat mereka membajak tanah mereka di kota Huwwara.

Otoritas penjajah telah memberikan perintah untuk merebut 24 dunim tanah desa Burin, dan perampasan peralatan dan mesin yang sedang dipergunakan untuk mengerjakan pembangunan jalan pertanian di daerah Al-Sarub timurQublan.

Para pemukim “Yitsihar” juga menyerang desa Urif di selatan Nablus, yang mengakibatkan terjadinya bentrokan dengan pasukan penjajah, mengakibatkan syahidnya pemuda Ameer Omar Ibrahim Shehadeh, 22 tahun , setelah ditembak peluru panas tepat di dadanya.

Di Hebron, para pemukim Yahudi mulai membangun pos baru bagi barak militer dan sebuah klinik medis milik tentara penjajah di kota Beit Awa. Sementara otoritas penjajah mengumumkan penyitaan ribuan dunim di desa Al-Syuyuh demi kepentingan pemukiman Yahudi “Asfar” seiring dengan pembukaan jalan di pemukiman “Bayt Ayn” yang berdiri di atas tanah-tanah wilayah Surif.

Pemukim dan otoritas penjajah mendirikan tiga “karavan” di pemukiman Kharsina dengan dalah bahwa tanah-tanaha itu adalah milik negara, dimana perlu dicatat bahwa sebenarnya tanah-tanah itu milik sah dari Rashad ‘Aida dari Hebron.

Para pemukin “Maun” telah membakar pemukim sekitar 30 dunim tanah-tanah yang  ditanami tanaman musim dingin di Musafir Yatta di selatan Hebron yang merupakan milik keluarga Syawahin. Mereka juga menyerang desa Al-Tawanah di Musafir Yata selatan Hebron,  dan menumbangkan 18 pohon zaitun di desa Khoryat Al-Kharouba di desa itu. Dan masih belum cukup, mereka juga menyerah warga setempat dan harta benda mereka.

Para pemukim mendirikan tenda di halaman Masjid Ibrahimi di Hebron. Pasukan penjajah mendirikan gerbang besi di persimpangan Kharsa di dekat menara militer yang sudah ada di sana.

Laporan itu mengatakan bahwa pasukan penajajh Israel menembaki pemuda bernama Mohammed Zein Al-Jabari (24 tahun), di daerah “Bab al-Zawiyah” di pusat kota Hebron. Di adalah seorang berkebutuhan khusus tuna rungu, saat dia sedang menyaksikan pecahnya berbagai aksi penyerangan di tempat itu, yang mengantarkannya menuju kesyahidan.

Penjajah menghancurkan dua fasilitas di Jabal Tal Al-Ashur dekat kota Silwad, termasuk ruang yang baru dibangun di tanah milik Salim Yousef Hammad, dan kandang domba seluas -20 meter – di tanah milik Khairullah  Khuznah Hamid, tanpa peringatan sebelumnya dan tanpa memberikan waktu penundaan, agar para pemilik fasilitas tersebut bisa mengungsi terlebih dahulu (Arab48/i7).

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *