Senjata Israel dibalik Kekerasan Terhadap Rohingya

aspacpalestine.com – Rakhine. Berita yang dilansir oleh Hareezt baru-baru ini menegaskan bahwa Kementerian Keamanan Israel tidak merubah kesepakatannya dengan pemerintah Myanmar dan terus memasok pasukan pemerintah Myanmar dengan persenjataan, meskipun kekejaman yang dilakukan terhadap warga Rohingya terus terjadi serta meningkat baru-baru ini. kekejaman tersebut termasuk pembunuhan, kekerasan dan pembakaran desa. Hal tersebut menyebabkan 120 ribu orang Rohingya mengungsi ke bangladesh.

Pada kamis lalu, 26 jenazah diangkat dari sungai Naf (sungai yang mengalir diantara Myanmar dan Bangladesh), termasuk diantaranya 12 jenazah anak-anak. Para pengungsi yang tiba di Bangladesh yang mayoritas merupakan korban penembakan, berbicara mengenai kekerasan penduduk Rohingya  berupa pemerkosaan, penembakan dan pemukulan hingga meninggal.

Terlepas dari data-data di atas, berita yang dilansir oleh Hareetz itu menegaskan pasukan Myanmar telah melakukan kejahatan perang dan pemerintah Israel terus memasok persenjataan bagi pasukan Myanmar.

Berita tersebut menunjukkan bahwa salah satu pemimpin militer Myanmar, Min Aung Liang telah mengunjungi Israel pada bulan September tahun 2015 dan melakukan “perjalanan belanja” di pabrik-pabrik keamanan Israel.

Dan perlu diketahui, bahwa Amerika dan Uni Eropa telah memberlakukan larangan penjualan senjata ke Myanmar. Namun melihat sejarah yang dilakukan Israel pada waktu yang lalu, Israel telah mendukung kejahatan perang di Argentina meskipun diberlakukan larangan penjualan senjata ke wilayah benua Amerika. Israel juga pernah mempersenjatai pasukan yang melakukan pembantaian di Bosnia, meskipun adanya keputusan embargo yang dikeluarkan PBB.

 

Sumber: arab48.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *