Semua yang Perlu Anda Tahu Tentang: Pintu Ar-Rahmah dan Pembangunan Sinagog di Dalam Al-Aqsha

Peristiwa yang meledak kemaren kemarin (21/02) di Masjid Al-Aqsa, dilatarbelakangi penguncian Pintu Ar-Rahmah menggunakan gembok besi, tidak lain merupakan akibat alamiah dari serangkaian perencanaan yang dilakukan oleh penjajah untuk meyahudisasi Al-Aqsha dengan cara merebut Pintu Ar-Rahmah dan mendirikan sinagog di daerah Timur Masjid Al-Aqsha.

Pertama: Pintu Ar-Rahmah adalah pintu Masjid Al-Aqsha yang paling besar dan paling indah (orang Barat menamainya Pintu Emas). Penyebutan kata “pintu” bisa mengandung misinterpretasi karena sebenarnya itu merupakan sebuah istilah bagi bangunan kecil, yang berada setelah pintu utama Al-Aqsha yang dibangun oleh orang-orang Umawiyah.

Pintu ini ditutup dari luar menggunakan batu disebabkan oleh keinginan menguasai bagian dalamnya hingga batas terluasnya, maka dikuncilah semua pintu-pintunya yang terhubung langsung keluar menuju kota Yerusalem.

Kedua: Zionis bekerja untuk menguasai Al-Aqsha secara bertahap, bukan untuk menghancurkannya sebagaimana yang disangka oleh banyak orang.  Mereka melakukan aksinya dalam satu langkah kecil untuk mengetahui kecenderungannya. Jika reaksi Umat Islam tenang maka mereka maju selangkah lagi. Namun jika reaksinya keras mereka berhenti dan menunggu hingga situasi tenang.

Ketiga: Setelah penjajah menguasai tembok barat Masjid Al-Aqsa (Tembok Al-Buraq) pada tahun 1967, kemudian mereka mengalihkan perhatiannya ke wilayah selatan dan timur Al-Aqsa.

Di wilayah selatan yang menempel dengan al-Aqsa, ada beberapa galian yang dilakukan untuk mencari jejak-jejak kuil. Tetapi yang mereka temukan justru istana Umayyah. Meskipun itu adalah peninggalan bersejarah milik Umat Islam, mereka tetap menguasainya dan membuat beberapa perubahan di dalamnya agar memberikan jejak berkesan Taurat.

Di sebelah timur, mereka telah merencanakan untuk merebut Masjid Marwani, yaitu sebuah ruang sholat yang berada di bawah tanah dengan kapasitas 5.000 orang jamaah. Namun Al-Harakah Al-Islamiyah (gerakan umat Islam) berhasil melakukan renovasi pada tahun 1996 dan menggagalkan rencana Zionis untuk menguasainya.

Keempat: Dekat dengan Masjid Al-Marwani terdapat Pintu Ar-Rahmah dan halaman timur Masjid Al-Aqsha, ini menjadi sasaran yang selanjutnya.

Kelima: Kantor Dewan Zakat Yerusalem terletak di dalam gedung Pintu Ar-Rahmah. Kepolisian penjajah telah menutupnya pada tahun 2003 dengan dalih menyokong terorisme dan kantor itu ditutup dan tidak dipergunakan lagi sejak saat itu.

Keenam: Terbentuknya bukit kecil yang ada di dekat Pintu Ar-Rahmah adalah berasal dari buangan puing dan serpihan yang berasal dari Masjid Marwani pada tahun 1996, dan itu dikenal dengan bukit kecil Pintu Ar-Rahmah.

Penjajah melarang serpihan dan puing tersebut untuk dibawa keluar dari Al-Aqsha atau dilakukan perapihan tempat atau melakukan pekerjaan di dalamnya. Para pemuda dari gerakan umat Islam berusaha membersihkan tempat itu pada periode Intifadah Al-Aqsha namun tetap penjajah mencegah mereka.

Pada bulan Ramadhan terakhir, jamaah masjid mencoba untuk merapihkan bukit kecil Ar-Rahmah dan melakukan pekerjaan ringan dengan maksud agar tempat itu menjadi nyaman untuk duduk-duduk dan sholat. Tapi kepolisian penjajah merusak kerja perapihan itu dan menghancurkan semua koridor dan tempat-tempat duduknya.

Ketujuh: Dalam beberapa bulan terakhir, kaum Zionis yang melakukan penyerbuan ke Al-Aqsha melaksanakan ritual Taurat (tidak terang-terangan) saat mereka sampai di daerah Pintu Ar-Rahmah. Dan di saat yang sama pasukan penjajah melarang umat Islam untuk berada di lokasi tersebut.

Dalan lebih dari satu kesempatan polisi telah menangkap para murabithin dan jamaah sholat dari kalangan Umat Islam dengan tuduhan “duduk-duduk di daerah Pintu Ar-Rahmah”.

Kedelapan: Ada beberapa proposal Zionis yang diumumkan lebih dari satu kesempatan bagi dibangunnya sinagog di halaman bagian timur Al-Aqsha (yaitu dekat Pintu Ar-Rahmah).

Kesembilan: Menurut prasangka dari beberapa kelompok Yahudi, Al-Masih akan masuk ke Al-Aqsha dari Pintu Ar-Rahmah dan akan membangun kembali Haikal yang ada dalam prasangka mereka.

Kesepuluh: Di bagian luar pintu terdapat pemakaman Pintu Ar-Rahmah. Ini merupakan pemakaman Umat Islam di Yerusalem. Penjajah telah melakukan penguasaan atas sebagian dari pemakaman itu dan menghancurkan pekuburannya sebagai permulaan bagi proyek pembangunan kereta gantung Yahudi yang membentang dari Jabal At-Thur (Az-Zaitun) hingga ke Pintu Ar-Rahmah dimana termasuk di dalamnya jalur-jalur Taurat yang ada di Yerusalem.

Para pemukim (Yahudi) baru-baru ini masuk ke pemakaman Bab Ar-Rahmah dan melakukan ritualnya secara terang-terangan di tempat itu.

Yang terakhir: Polisi “Israel” mengambil langkah untuk mengunci pintu Ar-Rahmah, meskipun bangunan itu memang  sudah diitutup sejak bertahun-tahun agar semakin mendekatkan kepada perencanaan lain yang mengarah kepada pergerakan lebih dekat ke Yahudisasi tempat itu dan menguasainya serta melakukan berbagai perubahan substantial di dalamnya agar tercapai maksud untuk mendirikan sinagog mereka dan merubah seutuhnya Masjid Al-Aqsha menjadi Haikal seperti yang ada dalam prasangka mereka.

Namun di sana masih ada kesadaran berislam secara sempurna dan perlawanan terhadap perencanaan penjajah itu.

Dan kami tidak lupa untuk mengingatkan peran Dinas Wakaf Yordania yang berkonspirasi dengan penjajah, yang berdiam dari semua perencanaannya dan tidak menerbitkan pernyataan mengutuk dan menolak kecuali setelah para murabithin menentang penjajah dan masuk bersamanya untuk melakukan konfrontasi. (i7)

———————–
Sumber: www.palinfo.com, terbit: 22/02/2019, jam: 08: 01: 24 pagi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *