Seminar Kajian Salam UI; Perspektif Ideologi dan Sejarah Al-Aqsha

Senin, (17/06/2013) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) SALAM UI dengan sukses mengadakan Seminar Kajian dengan tema‘Why Palestine ?’: Perspektif Ideologi dan Sejarah Al-Aqsha. Seminar ini diselenggarakan di Auditorium Lantai 6 Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia Depok dalam rangka untuk meningkatkan awarness civitas akademika UI atas penjajahan di bumi Palestina yang dibahas dengan tinjauan Ideologis Palestina-Israel dan sejarah Al-Aqsha.

Nara sumber yang diundang adalah Dr. Saiful Bahri, MA, yang sekaligus ketua ASPAC for Palestine. Sedangkan pembicara dari UI, adalah saudara Muhammad Iqbal sebagai Kepala Departemen SALAM Palestine Center (SPACE SALAM UI). Muhammad Iqbal dalam paparannya, menjabarkan poin-poin sederhana mengenai apa saja yang bisa dilakukan sebagai warga negara Indonesia dalam mendukung pembebasan bangsa Palestina, “Ada banyak cara, salah satunya adalah memboikot produk-produk buatan Israel,” jelas Iqbal.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini dengan penuh semangat menambahkan, “Ternyata ada banyak sekali brand di sekitar kita yg merupakan produksi pro-Israel. Tanpa kita sadari, keuntungan dari produk-produk ini akan digunakan untuk pembiayaan memusnahkan bangsa Palestina.” Iqbal pada kesempatan ini juga mengatakan bahwa selain pemboikotan, solusi yg bisa masyarakat lakukan adalah dengan membantu lembaga-lembaga kemanusiaan untuk Palestina.

Pada sesi kedua, Dr. Saiful Bahri, MA. mengingatkan kita bahwa perang pemikiran dan perang dunia cyber tentang masalah palestine sedang berlangsung. Pihak Zionis berusaha sekuat tenaga membuyarkan fakta dan membentuk opini kepada publik yang menguntungkan program zionisme. Zionisme akan membangun kuil khayalan (haikal) sulaiman yang mengambil wilayah masjid al-aqsha, dan proyek itu sekarang sudah dimulai. Beliau menambahkan, perang cyber yang terjadi sekarang dimana Berbagai info tentang Palestina dan Israel di internet kebanyakan tidak mendukung Palestina. Dan ini sungguh memprihatinkan. Yang harus kita lakukan adalah memperkuat posisi kita dalam perang cyber dan perang pemikiran ini, khususnya perjuangan di bidang diplomasi. Kesalahan dalam mengabil referensi, yang sekarang banyak bersumber dari internet dan diintervensi oleh Barat, akan sangat berbahaya dalam pembentukan opini umat muslim pada khususnya dan dunia internasional pada umumnya mengenai fakta sebenarnya tentang apa yang sedang terjadi di bumi Palestina.

Diakhir pemaparan, Dr. Saiful Bahri mengambil kesimpulan bahwa para akademisi, bisa menjadi tulang punggung pergerakan dan perubahan, khususnya bagi kasus Palestina. (AKM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *