Sekelompok Organisasi HAM Kecam Agresi Israel atas Kapal “Al-Hurriyah”

Sekelompok organisasi HAM mengutuk serangan pasukan AL “Israel” terhadap kapal “Al-Hurriyah”, yang berlayar dari pelabuhan Gaza pada Selasa pagi (29/05). Momen ini bertepatan dengan peringatan tahun kedelapan dibantainya kapal “Marmara” Turki oleh AL Penjajah Zionis di wilayah perairan lepas Jalur Gaza pada tahun 2010, dan merenggut nyawa sepuluh orang aktivis Turki .

Kelompok itu menegaskan dalam pernyataannya bahwa blokade “Israel” terhadap Jalur Gaza merupakan pelanggaran pelanggaran yang jelas dan mencolok terhadap aturan-aturan hukum humaniter internasional, dan merupakan hukuman kolektif yang terlarang oleh konvensi internasional. Ini telah berlangsung secara kelanjutan selama lebih dari dua belas tahun yang membawa dampak serius terhadap situasi kemanusiaan dari dua juta warga Palestina. Selain itu juga telah menyebabkan kerusakan yang terjadi di sektor esensial dan vital di Jalur Gaza, yang menimbulkan ancaman bencana kemanusiaan yang gawat di semua segi.”

Kelompok itu menjelaskan bahwa perahu “Al-Hurriyah” untuk mematahkan blokade berangkat dari Gaza membawa sejumlah penumpang yang terkena dampak buruk dari situasi kemanusiaan. Diantara mereka terdapat pasien dan pelajar yang terluka dan orang-orang yang memiliki izin tinggal di negara lain dan beberapa kondisi lainnya. Perahu ini membawa pesan kepada dunia untuk menggambarkan besarnya penderitaan dan kerusakan dan rasa sakit yang diderita oleh lebih dari dua juta warga Palestina di Jalur Gaza dikarenakan blokade. Ini merupakan langkah simbolis untuk mendesak komunitas internasional agar memikul tanggung jawabnya untuk mengakhiri blokade.

Kelompok ini mengutuk kebisuan dan kegagalan komunitas internasional dalam mengambil langkah-langkah efektif untuk menghadapi kejahatan Penjajah Israel dan pelanggaran yang berkelanjutan terhadap hukum humaniter dan HAM internasional.

Sidang menyerukan kepada masyarakat internasional, terutama para petinggi yang menandatangani Konvensi Jenewa keempat, agar memikul tanggung jawab hukum dan moral mereka untuk mencabut blokade “Israel” yang diterapkan di Jalur Gaza melalui darat dan laut.

Dia juga menyerukan pihak yang merdeka di dunia untuk menangkap pesan kemanusiaan yang dibawa oleh perahu “Al-Hurriyah”, dan mendukung rakyat Palestina untuk mencapai hak mereka yang sah, sesuai dengan hukum internasional dan resolusi PBB. (i7)

————–
Sumber: www.palinfo.com, terbit: Selasa, 29/05/2018, jam: 07:31:37 malam.

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *