Sejarawan 'Israel': 'Israel' Akan Lenyap Dalam Waktu Dekat

Oleh: Lulu Basmah

Sejarawan terkenal Israel, Benny Morris, Profesor studi sejarah Timur Tengah di Universitas Ben-Gurion Israel, mengatakan Israel akan segera dikalahkan oleh rakyat Palestina. Bagaimanapun, Yahudi akan segera di usir kembali ke negara barat.

Ia juga menyampaikan, “Tempat ini, selama dikuasai Israel, tidak akan berhasil menjadi sebuah negaraTimur Tengah karena sebagian besarnya dihuni oleh warga Arab. Kekerasan antar kelompok dalam negara Israel sendiri semakin meningkat.”

“Warga Arab akan mengajak semua pengungsi untuk kembali ke tanah mereka. Sedangkan Yahudi tetap menjadi minoritas di tengah lautan Arab dari rakyat Palestina itu sendiri. Sebagai minoritas, mereka akan diburu seperti ketika tinggal di negara Arab dulu,” tambahnya.

Moris menjelaskan bahwa warga Yahudi nantinya akan meninggalkan Israel dan lari ke Amerika serta negara-negara barat. Menurutnya, rakyat Palestina mempunyai pandangan yang sangat jauh, untuk puluhan tahun yang akan datang.

“Terdapat 5 juta sampai 7 juta Yahudi yang dikelilingi oleh ratusan juta warga Arab. Tidak ada alasan bagi mereka untuk kalah, mereka harus menang 30 atau 40 tahun ke depan,” katanya dengan yakin.

Benny Moris merupakan salah satu sejarawan Israel yang tidak terlalu banyak mengambil rujukan sejarah dari riwayat Yahudi. Ia mempunyai istilah-istilah khusus terhadap peristiwa eksodus rakyat Palestina tahun 1948. Tahun dimana 700 ribu rakyat Palestina meninggalkan tanah mereka secara terpaksa dan suka rela pasca perang Arab-Israel.

Ia sering menggambarkan kejadian tersebut dengan istilah pembantaian, pengusiran dan pembersihan etnis. Istilah-istilah ini tidak dipakai oleh para sejarawan Yahudi umumnya.

Moris juga pernah merasakan kehidupan penjara karena menolak menunaikan wajib militer yang diwajibkan Israel kepada warganya. Ia dituduh sebagai aktivis kiri dan berkhianat kepada Israel.

Namun setelah Intifada ke-2 berlangsung, Ia mulai berubah arah. Ia pernah mengatakan bahwa Perdana Menteri pertama Israel, David Ben-Gurion, melakukan kesalahan besar karena membolehkan 160 ribu rakyat Palestina untuk tinggal di negara Yahudi.

Namun Moris telah menjelaskan dua sikapnya yang kontradiksi tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak mengubah pandangan sejarahnya, ia hanya mengubah sikap politik saja. (LB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *