Saudi-Israel di Munich Sepakat Serang Iran

Munich, 17-02-2018. Arab Saudi dan Israel sepakat pada Konferensi Keamanan Munich, yang berakhir pada hari Ahad, akan urgensi untuk mengakhiri pengaruh Iran di Timur Tengah. Pihak Iran mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki tanggung jawab atas konflik yang terjadi di Timur Tengah, tapi Israel dan Amerika lah.

Dalam tema utama konferensi itu Israel dan Arab Saudi menemukan kesamaan untuk berhati-hati terhadap ekspansi Iran. Kantor berita Bloomberg Amerika menjelaskan kesamaan retorika Tel Aviv dan Riyadh.

Badan tersebut mengatakan bahwa PM Israel Benjamin Netanyahu mendesak para pembuat kebijakan untuk menghindari apa yang dia sebut salah runding Munich yang telah gagal melawan Adolf Hitler delapan puluh tahun yang lalu karena takut dengan provokasi konflik. 

Netanyahu memperingatkan Iran tentang apa yang dia sebut “ujian kesabaran dan tekad Israel,” sambil menegaskan di dalam pidatonya pada konferensi tersebut, Tel Aviv akan bergerak melawan Teheran jika itu diperlukan.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir mengatakan bahwa dunia harus meminta pertanggungjawaban Iran atas perilaku agresifnya dan bahwa harus ada perubahan fundamental di dalam tubuh rezim dan Iran harus menghentikan dukungannya kepada yang disebutnya sebagai teroris agar diperlakukan sebagai negara yang normal.

Dia mengatakan dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich bahwa masalah Timur Tengah dimulai bersamaan dengan revolusi Khomeini pada tahun 1979. Iran berfokus pada ekspor revolusi dan bukan malah mencapai pembangunan bagi rakyatnya. Dia menambahkan bahwa Tehran harus berhenti mendukung apa yang dia sebut sebagai terorisme.

Dia menunjukkan bahwa revolusi Iran telah memicu sektarianisme di kawasan, dan bahwa konstitusi Iran mencakup ekspor revolusi Iran tidak mengakui kewarganegaraan dan berkeyakinan bahwa penganut Syiah manapun berada adalah bagian dari Iran.

Iran Mengancam

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Jawad Zarif mengatakan dalam pidatonya dalam konferensi tersebut bahwa jika kepentingan Iran tidak dipelihara, itu akan ditanggapinya dengan serius, dan akan meminta pihak yang bersangkutan untuk menyesali kesalahan mereka. Sambil menambahkan bahwa Tehran tidak menginginkan hegemoni di kawasan.

Dalam pidatonya Zarif mengatakan bahwa negaranya tidak bertanggung jawab atas konflik di Timur Tengah, namun Israel dan Amerika Serikat lah… “Mereka seharusnya tidak menyalahkan Iran atas keputusan salah mereka,” katanya, menambahkan bahwa Teheran tidak ingin mendominasi wilayah tersebut.

“Iran menginginkan Timur Tengah yang kuat sehingga harus bekerja sama dengan tetangganya untuk mencapai tujuan tersebut,” katanya.

Dia menekankan bahwa negaranya tidak akan menjadi yang pertama melanggar perjanjian yang telah dicapainya bersama negara-negara besar di tahun 2015,” Itu meski kegagalan upaya Netanyahu untuk menggugurkan perjanjian itu,” sambil menggambarkan pidato Netanyahu sebagai ” sirkus yang lucu.”

Konferensi Keamanan Munich dimulai pada hari Jumat dan berlangsung selama tiga hari, dengan 600 orang peserta yang hadir dalam pertemuan ke-54 it, termasuk 21 kepala negara dan pemerintahan, 75 Menlu dan Menhan. Konferensi tahunan merupakan puncak konferensi internasional terkait kebijakan keamanan (Aljazeera.i7)

———-

Keterangan Foto:

Zarif menuduh Amerika dan Israel berada di balik konflik di Timur Tengah (Eropa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *