Saudi Hentikan Bantuan Karena Yordania Bela Yerusalem

Yordania, 09-02-2018, Mamdouh al-Abadi bertindak selaku PM Yordania mengatakan bahwa warga Yordania harus sadar bahwa negaranya akan membayar harga atas sikapnya terhadap Yerusalem, dan bahwa berlepas diri dari masalah (Yerusalem) ini akan diikuti dengan terbukanya arus bantuan.
 
Abadi menambahkan dalam keterangannya kepada Radio Yordania bahwa tidak ada lagi bantuan dari Arab Saudi sebagaimana sebelumnya, dan bahwa kemandirian adalah satu-satunya jalan keluar, yang memastikan ketiadaan bantuan untuk Yordania dari saudara-saundara (negara-negara Arab).
 
Dalam konteks lain, Abadi menekankan pentingnya  kelangsungan hubungan yang kokoh antara Yordania – Amerika Serikat, dengan mengingatkan adanya kerja sama intelijen antara kedua negara dan kemampuan dinas keamanan Yordania menembus organisasi Alqaedah di Afghanistan.
 
Sebelum pernyataan tersebut, pemerintah Yordania telah meminta warga untuk memahami kondisinya, dimana beberapa hari yang lalu menyinggung tentang defisit anggaran dan pemotongan bantuan dan hibah. Raja Abdullah II mengatakan dalam sebuah pertemuan dengan beberapa mahasiswa Universitas Yordania bahwa pemotongan bantuan internasional ini terkait dengan posisi Yordania yang membela Yerusalem.
 
Ini terjadi di saat rakyat Yordania menyaksikan situasi ketidakpuasan setelah terjadinya kenaikan pajak penjualan dan harga bahan bakar dan dihilangkannya subsidi harga roti dan semua produk sejenisnya di awal bulan lalu.
 
Telah terjadi kerusuhan oleh kalangan muda di kota  Al-Salath di tengan-tengan Yordania selama berlangsungnya aksi demonstrasi. Sebagaimana juga berlangsung aksi pawai turun ke jalan-jalan yang merupakan gabungan partai kiri dan nasionalis mereka bersama bergerak ke pusat kota Amman, menuntut pemecatan pemerintah PM Hani al-Mulqi dan dibubarkannya Dewa Parlemen sebagai protes atas kenaikan harga dan pajak (Aljazeera/i7).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *