Satu dari 3 Pembangkit Listrik di Gaza Berhenti Beroperasi

Gaza – Perusahaan Distribusi Listrik di Gaza mengatakan bahwa Otoritas Energi Palestina baru saja secara resmi menghentikan salah satu pembangkit listrik yang bekerja di stasiun pembangkit yang asalnya berjumlah tiga pembangkit yang aktif di stasiun tersebut.

Perusahaan tersebut menyatakan dalam sebuah pernyataannya bahwa pemberhentiannya dikarenakan penjajah Zionis melarang impor bahan bakar yang diperlukan bagi beroperasinya stasiun pembangkit tersebut. Dijelaskannya bahwa volume listrik yang diterima dari Perusahaan Distribusi Listrik akan menurun dari 70 MW menjadi sekitar 45 MW.

Dia menjelaskan bahwa “Ini akan memiliki dampak langsung terhadap jadwal listrik yang sudah sangat terbatas dan akan mempengaruhi kehidupan warga dan berbagai sektor vital di Gaza.”

Dia juga menekankan bahwa “terus berlanjutnya pemberhentian impor bahan bakar dapat menyebabkan penutupan stasiun seluruhnya dikarenakan tidak adanya cadangan bahan bakar sebagai cadangan darurat yang cukup untuk melanjutkan operasi generator selama beberapa hari, karena cadangan dasarnya telah dihancurkan seluruhnya pada agresi di tahun 2014.”

Perusahaan itu juga mencatat bahwa Perusahaan Listrik Penjajah Zionis pagi hari ini (25/06) telah memisahkan jalur nomor 9 yaitu pengumpan Provinsi Rafah dengan kapasitas 12 megawatt mulai pukul 9 pagi ini dan akan berlanjut hingga pukul 16:00 untuk pekerjaan pemeliharaan Zona Dakhil (Dalam) Palestina yang dijajah tahun 1948. Dijelaskan bahwa hal ini bertepatan dengan penghentian salah satu pembangkit di stasiun pembangkit yang meningkatkan tekanan pada perusahaan distribusi listrik dan memperburuk krisis di bawah bayang-bayang kenaikan yang besar pada kenaikan suhu tinggi ini.

Dikatakannya “Kami menerima listrik 108 megawatt dari Dalam Palestina yang diajajah pada tahun 1948 dan 42- 45 megawatt dari stasiun pembangkit, sedangkan permintaan mencapai 500 megawatt, bersama dengan tidak adanya kejelasan rencana bagi pembangkit stasiun dan apakah kerjanya akan terus berlanjut ataukah kita akan menyaksikan pemberhentiannya dalam waktu tidak lama lagi dikarenakan tidak tersedianya bahan bakar yang dibutuhkan.”

——————–

Sumber: www.palinfo.com, terbit: Selasa, 25 Juni 2019 pukul 12:58:36 siang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *