Saadu Berbagi Cerita Palestina dengan BMOIWI di Istiqlal

Salah seorang tamu Palestina yang maengadakan Safari Ramadan di Indonesia, Dr. Saadu Khalaf menghadiri undangan dari Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BWOIWI) di sekretariatnya yang berlokasi di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Saadu yang hadir ke tanah air dengan keluarganya ini datang atas undangan Asia Pacific Community (ASPAC) for Palestine, sebuah organisasi yang memayungi NGO Palestina se-Asia Pacific yang berpusat di Jakarta.

Rabu (8/8) kemarin, Saadu diundang untuk hadir dalam acara silaturrahim sekaligus buka puasa bersama dengan organisasi BMOIWI. Saadu dan keluarga lebih dahulu disambut oleh Humas masjid Istiqlal dan mendapatkan panduan singkat tentang asal muasal berdirinya masjid Istiqlal dan makna filosofis di setiap sudut bangunannya.

Setelah diguide mengitari masjid Istiqlal, Saadu dan keluarga langsung diterima di sekretariat BMOIWI di ruang 26, Masjid Istiqlal. Acara yang dipimpin oleh Ketua Periodik Presidium BMOIWI, Ustazah Dra. Wirianingsih, M.Si. ini berlangsung dengan sangat khidmat.

Hj. Ummu Kalsum, SE., Ketua BMOIWI periode 2012 dalam sambutannya mengatakan, bahwa pihaknya sangat gembira sekali dengan kehadiran Saadu dan keluarganya. Ia pun berharap Saadu dapat berbagi tentang kondisi terkini yang ada di Palestina, terutama dengan perjuangan kaum wanitanya.

“Kehadiran kami di sini, merupakan bukti akan kecintaan kami terhadap Palestina,” jelas Ibu Kalsum dalam sambutannya, yang kemudian membuat Saadu dan keluarganya terharu.

Saadu kemudian bercerita tentang kondisi terkini Palestina, khususnya Gaza yang hingga kini masih hidup di bawah blokade. Ia juga menceritakan bagaimana perjuangan wanita Palestina, dalam hal ini adalah ibu-ibu Palestina yang gigih mendukung perjuangan Palestina kendati harus rela meninggalkan keluarganya di rumah.

Saadu juga bercerita tentang kisah menyedihkan yang dialami seorang ibu Palestina yang dipanggil dengan nama Ummu Yahya. Beliau merupakan ibu dari seorang pejuang Palestina yang ditawan oleh Zionis penjajah. 6 tahun berlalu, dan ia belum pernah sekalipun melihat kondisi terkini anaknya.

Sampai tibalah suatu masa, dimana pihak Zionis akhirnya memberikan izin dirinya untuk menjenguk anaknya di penjara Zionis. Namun malang, sang ibu ternyata lebih dulu dijemput oleh ajalnya ketika tengah berada di perjalanan ingin menjenguk anaknya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab seputar kondisi Al-Quds dan sekitarnya. Usai melewati perbincangan yang cukup hangat, acara pun akhirnya ditutup bersamaan dengan masuknya adzan maghrib.

Acara diakhiri dengan penyerahan sumbangan dari anggota BMOIWI untuk warga Palestina yang langsung diberikan kepada Saadu Khalaf. (msy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *