Rusia Nyatakan Sikapnya Tentang Pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem

Keterangan foto: Moskow prihatin atas upaya perubahan peta geopolitik Timur Tengah (Reuters).

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Jumat (11/05) mengatakan bahwa keputusan Amerika Serikat memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem telah menghantarkan penyelesaian masalah Israel-Palestina pada kebuntuan; Pernyataan itu muncul dalam pertemuan antara Lavrov dengan Nikolai Mladenov, Koordinator PBB untuk proses perdamaian di Timur Tengah.

Dia menjelaskan bahwa kebuntuan ini semakin bertambah dalam, terutama di bawah keputusan AS baru-baru ini terkait Yerusalem. Dia menambahkan bahwa Moskow khawatir tentang upaya-upaya untuk berubahnya peta geopolitik di Timur Tengah dalam bentuk perpindahan masalah Palestina ke belakang dan memarginalisasinya.

Lavrov menekankan bahwa semua negara telah menyatakan keprihatinan tentang akumulasi berbagai permasalahan serius yang dapat meledak sewaktu-waktu.

Senin lalu, Otoritas Penjajah Zionis telah mulai memasang papan sebagai penanda kedubes Amerika di Desa Arnona Yerusalem Timur, sebagai persiapan untuk pembukaannya pada hari Senin mendatang.  Dan ini bertepatan dengan hari peringatan ke-70 Nakba Palestina (14 Mei 1948) yang bertepatan dengan deklarasi berdirinya negara “Israel”.

Sumber-sumber Palestina dari dalam “Garis Hijau”  menyebutkan bahwa ada sekitar tiga puluh duta besar dari total 86 yang ada di Israel, telah menyambut undangan Kementerian Luar Negeri Israel untuk berpartisipasi dalam upacara pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem  yang dijajah.

Di antara dubes yang telah menerima undangan tersebut antara lain: dubes Hungaria, Republik Ceko dan Bulgaria, sementara dubes Rumania masih belum memberikan konfirmasi kehadirannya dalam upacara mendatang. Sepuluh negara telah menyatakan penolakannya untuk hadir karena alasan prinsipil dan lainnya tehnis, negara-negara itu termasuk: Rusia, Mesir, Jerman, Polandia, Irlandia, Malta, Meksiko, Portugal dan Swedia.

Dijelaskan bahwa upacara tersebut akan dihadiri oleh Ivanka, putri Presiden AS Donald Trump, suaminya Jared Kouchner dan Menteri Keuangan AS Steve Menuchin.

Trump telah mendeklarasikan pada tanggal 6 Desember 2017, bahwa Yerusalem di kedua sisi timur dan baratnya, sebagai ibukota Israel, dan mulai memindahkan kedutaan negaranya ke Yerusalem. Ini telah menyulut api kemarahan di Tepi Baat, Jalur Gaza, dan dari dalam “Garis Hijau”, dan kutukan dari negara-negara Arab, Islam dan internasional (i7).

———–

Sumber: www. Aljazeera.net, terbit: 11/05/2018.

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *