Rizqah Tuntut Otoritas Bergabung Ke Mahkamah Pidana Internasional

Yusuf Rizqah, penasehat PM Ismail Haniyah, menuntut otoritas Palestina melakukan upaya serius untuk mendapatkan keistimewaan kerja pengadilan pidana internasional, dan menyeret tindakan penjajah terutama berkaitan penangkapan administrative.

Dalam rilis yang diterima Pusat Informasi Palestina, Selasa (13/5) Rizqah menyatakan, bergabung kepada pengadilan pidana internasional merupakan salah satu cara politis dan hukum bagi Palestina untuk menuntut penjajah atas kejahatan mereka terhadap para tawanan, terutama tawanan administrative rasial yang hanya diterapkan di negara penjajah.

Rizqah mengapresiasi keteguhan para tawanan administrative dan langkah yang mereka tempuh menghadapi penjajah, terutama mogok makan, yang memasuki hari ke 20 secara berturut-turut. Rizqah menegaskan urgensi persatuan bangsa Palestina untuk mendukung para tawanan dalam meraih kebebasan mereka.

Para tawanan administrative saat ini ada yang mendekam sampai 8 tahun, dengan pembaruan penahanan tiba-tiba, penawanan ini illegal dan melanggar hukum, yang kerapkali dikritisi organisasi internasional dan HAM, dan menuntut dihentikannya penahanan administrative, dan menggelar pengadilan yang adil bagi para tawanan, atau membebaskan mereka. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *