Ribuan Warga Penjajah Zionis Berdemonstrasi Tentang Netanyahu dan Krisis Ekonomi


Al Quds Jajahan – Ribuan orang warga negara Penjajah Zionis berdemonstrasi di Tel Aviv dan Al Quds Jajahan, pada Sabtu malam, untuk memprotes dampak ekonomi dari krisis yang disebabkan oleh pandemi Virus Corona, dan pengelolaan krisis oleh Pemerintahan Benjamin Netanyahu.


Ribuan orang secara terpisah berdemonstrasi di Charles Clor Park di Tel Aviv, dan sedikitnya 1.500 orang turut serta dalam demonstrasi di depan kediaman Netanyahu di Balfour Street di kota Al Quds.


Para pengunjuk rasa di kedua kota itu menutup persimpangan jalan utama, seperti dilaporkan situs Arab 48, menghentikan arus lalu lintas. Sedangkan, para pengunjuk rasa di kota Al Quds menuju ke kediaman perdana menteri setelah mereka menyalakan obor, di tengah pengawasan polisi Penjajah Zionis dalam jumlah besar.


Polisi Penjajah menembakkan meriam air untuk membubarkan demonstran yang memotong jalur salah satu tangki air dan mengambil alih selang, hingga memicu pecahnya konfrontasi antara demonstran dan polisi.


Polisi menangkap dua orang di kota Al Quds dengan alasan bahwa mereka mencoba menghasut dan memprovokasi demonstran lain, dan polisi, yang memobilisasi ratusan anggotanya, meminta para demonstran untuk mematuhi tata tertib demonstrasi yang telah disepakati sebelumnya, dan tidak menggunakan kekerasan.


Demonstrasi di “Tel Aviv” dibagi menjadi beberapa prosesi yang berbaris di jalan-jalan kota menuju Habima Square. Sedangkan polisi penjajah mengerahkan puluhan anggota Divisi Kavaleri di jalan-jalan yang menjadi saksi bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan.


Pada Sabtu malam yang sama, ribuan warga negara Penjajah Zionis berdemonstrasi di jalan-jalan utama dan persimpangan di kota-kota Herzliya, Latrun, Galilea Atas, dan daerah lain untuk menuntut pengunduran diri Netanyahu.

Para demonstran meneriakkan slogan-slogan antara lain: “Netanyahu korup”, “Bibi (Netanyahu) pergi !!”, dan “Keluar dari sini.” Demonstran di kota Al Quds mengusung gerakan “Bendera Hitam”, sementara demonstrasi “Tel Aviv” yang terpisah ikut ambil bagian di dalamnya para pemangku kepentingan bisnis yang terkena dampak krisis Corona.

—————–

Sumber: www.palinfo.com, terbit: Ahad 19 Juli 2020, jam: 08: 10 pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *