Ribuan Orang Memprotes Undang-undang 'Negara Yahudi' di Tel Aviv


Ribuan warga Arab Israel pada hari Sabtu (11/08) memprotes undang-undang “Negara Yahudi” yang kontroversial di Rabin Square ibukota Israel Tel Aviv.

Komite Tinggi Tindak Lanjut bagi warga Arab, mewakili orang-orang Palestina yang tinggal di Israel, menggalang aksi protes itu dalam rangka menanggapi pengesahan undang-undang tersebut oleh parlemen Israel (Knesset) bulan lalu.

Aksi protes ini dihadiri oleh sejumlah tokoh Palestina, termasuk mantan anggota parlemen Mohammad Barakeh, ketua Komite Tinggi Tindak lanjut bagi Urusan Arab, anggota parlemen Jamal Zahalka, anggota parlemen Masoud Ghanaim, dan Ketua Dewan Nasional Tokoh-tokoh Masyarakat Arab, Eva Illouz.

“Ya untuk kesetaraan” dan “Tidak untuk Undang-undang Nasionalisme [Yahudi] ” adalah diantara slogan-slogan yang dipampang oleh para pengunjuk rasa yang juga membawa bendera Palestina.

“Dasar dari demonstrasi hari ini adalah untuk memberikan  pesan yang kuat bahwa undang-undang nasional akan dihapuskan,” kata Ghanaim kepada para pengunjuk rasa.

“Undang-undang ini yang menciptakan sebuah rezim apartheid di Israel akan dihapuskan dan kami akan menang,” katanya.

Barakeh memuji aksi protes ini dan mengatakan: “Ada ribuan warga Arab dan Yahudi hadir dalam aksi protes  untuk mencabut kekejian undang-undang ini dan menghilangkan noda yang ditinggalkan oleh pemerintah [Perdana Menteri “Israel” Benjamin] Netanyahu”.

Undang-undang ini mendefinisikan “Israel” sebagai negara Yahudi dengan “Yerusalem bersatu” sebagai ibukotanya. Undang-undang tersebut juga telah mempromosikan bahasa Ibrani sebagai satu-satunya bahasa resmi, menghapus bahasa Arab dari statusnya sebagai bahasa resmi sementara mengakuinya dengan “status istimewa”.

Undang-undang baru ini mengancam mengasingkan minoritas Arab yang beranggapan bahwa mereka telah mengalami diskriminasi dari orang-orang Yahudi “Israel” dan pemeriintahnya dan merasa bahwa mereka dianggap bagai warga kelas dua.

Orang Palestina  yang memiliki kewarganegaraan “Israel” mencapai jumlah 21 persen dari keseluruhan populasi, dimana mereka dikenal sebagai “orang Arab Israel “ dan mereka memiliki keanggotan di Knesset, parlemen Israel.

—————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 12/08/2018, jam: 09:21 pagi.

, ,

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *