Ribuan Jamaah Padati Shalat Subuh di Masjid Al-Aqsha Meski Dihalang-halangi Penjajah



Jumat pagi ini (07/01) ribuan jamaah memadati sholat subuh berjamaah di Masjid Al-Aqsha yang diberkahi di kota Baitul Maqdis yang dijajah, meski berbagai rintangan yang diterapkan oleh penjajah Zionis demi menghalangi sampainya jamaah dari daerah-daerah Palestina yang dijajah sejak tahun 1948.


Masjid Al-Aqsa dipenuhi dengan jamaah, yang kemudian meneriakkan yel-yel nasional dan mengukuhkan hak umat Islam terhadap masjid itu, diantaranya untaian kalimat seperti “Bismillah – Allahu Akbar ….. Al-Aqsha ini akan dibebaskan”, “Dengan jiwa dan darah kami akan menebusmu, wahai Al-Aqsa.”


Kota Tua di Baitul Maqdis dan pintu-pintu Al-Aqsha menjadi saksi bertebarannya pasukan penjajah yang menyerang sejumlah jamaah shalat, dan menangkap seorang murabithah (wanita yang mengikatkan dirinya di masjid untuk beribadah) Aida Al-Sidawi di depan Al-Aqsa.

Pasukan penjajah juga menyerang Khadija Khuwais dan anaknya Shifa dan Nizam Abu Ramz di depan pintu Hatta di Kota Tua kota Baitul Maqdis yang dijajah.


Polisi penjajah memang telah melakukan aksi antisipasi menghadapi massa berbondong-bondong ke Al-Aqsa dalam gerakan Fajar Agung, pada pekan ketiga, dengan mendirikan barikade, dan melarang semua bus yang datang dari daerah Palestina yang dijajah  sejak tahun 1948 menuju ke Masjid Al-Aqsa.


Pasukan penjajah menyerbu Kamp pengungsian Shuafat di kota Baitul Maqdis subuh hari ini, dan terjadi bentrokan dengan warga yang membalas  serbuan pasukan itu dengan menembakkan petasan ke arah mereka.


Gugur sebagai syuhada empat orang warga Palestina, sejak Rabu lalu, dalam bentrokan dan konfrontasi melawan penjajah Zionis di kota Tepi Barat dimana kota Baitul Maqdis  berada di dalamnya.

Penjajah membenarkan gugurnya Shadi Banna, dari kota Haifa yang dijajah,  sebagai syahid, setelah dia melakukan serangan penembakan di Pintu Al-Asbath, salah satu pintu Masjid Al-Aqsa.


Dalam serangannya tersebut seorang polisi negara Zionis terkena tembakan peluru di bahunya, dan mengalami cedera sedang, dan dibawa ke rumah sakit Shearie Tzadak sebelah barat kota Baitul Maqdis untuk mendapatkan pengobatan.

Pada subuh Kamis kemarin, seorang warga Palestina melakukan operasi tabrak mobil di perkampungan bagian barat kota Baitul Maqdis yang menyebabkan jatuhnya 14 korban dari tentara Zionis dari  Brigade Givati dan pelaku berhasil meninggalkan lokasi. Sore harinya penjajah mengumumkan penangkapan pelaku yang disebutkan bernama Khalid Turman dari Al-Tor yang berada di dalam kota Baitul Maqdis (i7).

———————-
Sumber: www.palinfo.com, terbit: 7 Februari 2020, jam: 07:38.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *