Rantai Manusia di Yordania Tentang Rencana Aneksasi Penjajah Zionis

Amman – Ratusan orang di Yordania turun ke jalan membentuk rantai manusia, pada Sabtu sore (27/06), dalam rangka menolak keputusan Penjajah Zionis untuk menganeksasi Tepi Barat dan Lembah Jordan.

Rantai manusia, yang merupakan ajakan dari Al-Harakah Al-Islamiyah Yordania, mengusung slogan: “Aku marah untuk Yordania, Aku marah untuk Palestina”, yang membentang beberapa kilometer, di mana para peserta menekankan perlunya memperkuat aksi-aksi nasional di semua provinsi Yordania dalam menghadapi rencana aneksasi, agar terungkap sikap Yordania yang menolak langkah Zionis-Amerika, dimana Yordania dan Palestina dijadikan sebagai sasarannya.”


Pimpinan Umum Jama’ah Ikhwanul Muslimin, Ir. Abdul Hamid Al-Thunaibat, menegaskan bahwa “rencana aneksasi Zionis itu tidak lain hanyalah sebuah konspirasi yang menjadikan Yordania dan Palestina sebagai sasarannya.”

Dalam pernyataannya kepada Quds Press, dia mengatakan: “Seharusnya Yordania mulai mengubah strategi dalam berinteraksi dengan musuh Zionisnya, bahwa dia adalah entitas musuh penjajah-kolonial, yang ingin mengubah kondisi demografis di Kerajaan (Yordania),” sambil menyerukan “pembentukan front internal Yordania yang kuat, dan mengubah kebijakan media massa dan diplomasi terhadap musuh Zionisnya.”

Dia menambahkan: “Ini menuntut peninjauan kembali semua perjanjian dengan Penjajah Zionis, dan menantang konspirasi yang sedang dilancarkan terhadap Yordania dan Palestina bersama-sama.”

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Front Aksi Islam Yordania, Ir. Murad Al-Adayleh, menegaskan, “penolakan semua keputusan aneksasi,” sambil mengajak dalam pernyataan kepada Quds Press, bangsa Arab untuk bersatu padu mendukung sikap Yordania dan Palestina.

Al-Adayleh meminta pemerintah Yordania untuk mengadopsi strategi baru terhadap musuh dan mendefinisikan kembali konflik dengannya, sambil menegaskan bahwa “pembatalan berbagai kesepakatan dengan musuh Zionis telah menjadi tugas nasional.”

Dia mengatakan: “Hari ini, normalisasi dengan penjajah harus dihentikan. Ini adalah tindakan memalukan, pengkhianat, yang merupakan bentuk upaya oleh penggagasnya dan para pendukungnya untuk membunuh bangsa kita dan menghancurkan hak rakyat Palestina.”

Peserta demonstrasi tersebut membawa spanduk-spanduk yang menegaskan penolakan mereka terhadap praktik Zionis terhadap masalah Palestina: “Tidak untuk normalisasi dengan musuh Zionis”, “Tidak untuk rencana aneksasi Zionis”, dan “Tidak untuk Kesepakatan Abad Ini milik Amerika”.

Kawasan ini menjadi saksi situasi antisipasif terhadap pernyataan Penjajah Zionis atas niatnya untuk mencaplok wilayah Lembah Yordan dan Laut Mati utara (di perbatasan dengan Yordania), dan berbagai pemukiman yang ada di Tepi Barat untuk digabungkan dengan kedaulan negara Penjajah Zionis pada bulan depan.

Menurut prediksi pihak Palestina bahwa aneksasi ini akan mencapai hingga lebih dari 30 persen dari Tepi Barat yang dijajah.

———

Sumber: www.palinfo.com, terbit: Sabtu 27 Juni 2020 pukul 19.24.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *