Ramadhan ke-28, Lebih dari 1.000 Pemukim Yahudi Serbu Al-Aqsha – Diwarnai Penyerangan dan Penangkapan Jamaah I’tikaf

https://web.facebook.com/palinfo/videos/1409210439230032/?t=0


Baitul Maqdis yang terjajah – Seorang pemudi Palestina pada Ahad malam (02/06) mengalami luka-luka akibat serangan brutal pasukan penjajah Zionis di kota Baitul Maqdis (Yerusalem) yang dijajah.

Organisasi Bulan Sabit Merah dalam sebuah pernyataan singkat menyatakan bahwa timnya telah menangani wanita berusia 28 tahun yang mengalami luka-luka sangat parah di kepala akibat dipukuli oleh pasukan Zionis di daerah Pintu Al-Zahra di Baitul Maqdis (Yerusalem).

Dijelaskannya bahwa pemudi tersebut telah dipindahkan ke rumah sakit ‘Al-Maqased’ di kota ini.

Bulan Sabit Merah menjelaskan bahwa timnya menghadapi kesulitan besar untuk mencapai lokasi korban pasca pelarangan mobil-mobil ambulan untuk masuk ke daerah sekitar Kota Tua.

Di sisi lain, otoritas penjajah Zionis pada Ahad malam (02/06) telah menutup pintu-pintu masuk yang menjurus ke Kota Tua di Baitul Maqdis (Yerusalem) yang dijajah, termasuk beberapa jalan di sekitarnya, dengan dalih menjaga keamanan pawai ‘long march’ para pemukim Yahudi.

Menurut sumber-sumber setempat, pasukan penjajah telah dikerahkan di sekitar Kota Tua, dan mereka memaksa para pedagang Palestina untuk menutup toko mereka.

Pada hari Ahad pagi, polisi penjajah Zionis telah membuka “Pintu Al-Mughariba” dan mengizinkan ratusan pemukim Yahudi memasuki halaman Al-Aqsha, di tengah gemuruh suara takbir jamaah masjid yang sedang menjalankan i’tikaf.

Polisi penjajah Zionis telah menangkap enam orang jamaah masjid berbarengan dengan penyerbuan 11 kelompok pemukim Yahudi ke Al-Aqsha.

Pasukan militer penjajah Zionis juga mengepung jamaah I’tikaf di dalam Musholla Al-Qibliy, dan mengunci mereka di dalam dengan menggunakan rantai demi keamanan proses penyerbuan kelompok-kelompok Yahudi tersebut.

Patut dicatat bahwa penyerbuan Yahudi kali ini terjadi pasca seruan kelompok ‘Al-Haikal’ kepada semua pendukungnya dari kalangan pemukim Yahudi untuk menyerbu Masjid Al-Aqsha dalam momentum yang mereka sebut “”hari penyatuan Yerusalem,” yaitu peringatan dijajahnya bagian timur kota Baitul Maqdis (Yerusalem) pada tahun 1967.

Puluhan jamaah yang sedang beri’tikaf menderita sesaak nafas (akibat bom gas), 5 orang dari mereka ditangkap, dalam serangan barbar penjajah Zionis pada Ahad lalu terhadap Masjid Al-Aqsha yang diberkahi, di saat mana pecah perlawanan di dalam halaman masjid antara pasukan militer dan para murabith laki-laki dan wanita (orang yang mengikatkan dirinya dengan Masjid Al-Aqsha dalam rangka beribadah kepada Allah).

Sumber-sumber setempat melaporkan bahwa kelompok-kelompok pemukim Yahudi tersebut telah mulai menyerbu Masjid Al-Aqsha dengan jumlah besar dan susul-menyusul, hingga laporan ini ditulis telah mencapai 1.000 orang Yahudi dibawah pimpinan kelompok ekstrimis Yedua Glick.

Pasukan militer Zionis telah mengepung para pemuda di dalam Musholla Al-Qibliy, salah satu ruang shalat yang ada di kompleks Masjid Al-Aqsha, dan menembakkan bom dan peluru karet ke arah mereka, dan menyerang dengan memukuli mereka.

Tidak puas dengan hanya menyerbu Musholla Al-Qibliy, dan mengunci pintu-pintunya, mengepung jamaah yang sedang beri’tikaf dan berpuasa di dalamnya, mereka juga merusak barang-barang yang ada di dalam ruangan Musholla.

Saat berlangsung penyerangan itu, pasukan militer Zionis mengizinkan ratusan pemukim Yahudi menyerbu Masjid Al-Aqsha merayakan apa yang mereka sebut dengan “penyatuan Yerusalem” yaitu penjajahan bagian timur kota Baitul Maqdis (Yerusalem).

Pasukan khusus dikerahkan di halaman Masjid Al-Aqsa untuk mengamankan pawai ‘long march’ para pemukim Yahudi, dan berbarengan dengan itu 5 orang pemuda diserang untuk kemudian ditangkap.

Jamaah yang sedang beri’tikaf meneriakan takbir dan mengutuk penyerbuan di sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan ini.

Menurut beberapa sumber bahwa pasukan militer penjajah Zionis hingga subuh pagi ini masih mengunci Pintu Al-Asbath dan Pintu Al-Hutthoh, dan melarang jamaah masjid untuk masuk dengan alasan bahwa hari ini tidak ada i’tikaf di Masjid Al-Aqsha.

Sebelumnya organisasi ‘Al-Haikal’ telah mengundang para pemukim Yahudi untuk turut serta dalam penyerbuan ke Masjid Al-Aqsha pada Ahad pagi, bertepatan dengan apa yang disebutnya ‘hari Yerusalem’ yaitu terjajajahnya sisa dari kota Baitul Maqdis pada tahun 1967.

————-

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 02/06/2019, jam: 08:32:17 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *