Ramadan di Yerusalem: Atmosfir Penuh Keimanan dan Kesedihan atas Pembantaian Gaza

Oleh: Qasem Bakri

Kota Yerusalem yang dijajah menyaksikan atmosfir Ramadhan yang khas sejak malam lusa kemaren meski Penjajah Zionis menerapkan prosedur yang provokatif dan berbagai aksi yang mempersulit dan penyebaran pasukan dalam jumlah besar di berbagai desa di Kota Tua dan sekeliling Masjid Al-Aqsha.

Dan Yerusalem menyambut puluhan ribu warga Palestina yang datang ke Masjid Al-Aqsa yang diberkahi, untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan, dan melaksanakan shalat Tarawih dan tilawah Al-Qur’an Al-Karim.

Kaum Muslimin menunaikan shalat tarawih yang pertama dan kedua dan ditambah lagi dengan menunaikan shalat-shalat lainnya di Masjid Al-Aqsha yang diberkahi, ditengah-tengah atmosfir yang bercampur antara perasaan bahagia dengan momentum Ramadhan dan perasaan duka cita atas jiwa-jiwa para syuhada yang telah gugur di Jalur Gaza.

Salah seorang jamaah shalat dari warga Palestina yang berasal dari Yerusalem, mengatakan bahwa “Sesungguhnya hati-hati ini tersayat-sayat rasa sakit oleh pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh Penjajah Israel di Jalur Gaza. Tapi kami akan tetap berada di sini dengan teguh di Yerusalem kami ibu kota Palestina selamanya. Dan tidak akan berhasil semua upaya, termasuk yang baru-baru ini pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Yerusalem adalah milik kami dan hak bangsa Palestina tidak akan pernah hilang meski lamanya waktu.”

Ketua Masjid Al Aqsa, Sheikh Omar Kiswani, dalam pidatonya menyampaikan pesan agar kaum Muslimin berjuang keras atau berpayah-payahan untuk datang menuju Masjid Al-Aqsha dalam semua kesempatan (i7).

sumber: www.arab48.com, terbit: 18/05/2018  – jam:  09:09.

 

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *